Cabut Gigi

Tuesday, September 14, 2021

Huft, akhirnya saya memutuskan untuk cabut gigi... 

Postingan saya terakhir tentang sakit gigi (sudah beberapa bulan yang lalu itu kan yah wei, -___-"), kini gigi itu sakit lagi. Sudah dua hari yang lalu gigi geraham bawah saya sebelah kanan sakit alias nyeri (nyut2an). Sakitnya tak tertahankan lagi. Pertolongan pertama yang saya lakukan adalah membeli obat pereda nyeri yaitu Kamaflam Diclofenac Potasssium 50 mg. 

Seperti pembahasan saya dipostingan yang terakhir, obat ini hanya meredakan nyeri tapi tidak menyembuhkan penyakit di gigi saya. Oke, nggak apa-apa. Asal saya bisa tidur malam aja tanpa harus merasakan sakit nyeri yang lumayan sakit. Tetap saja, saya beli 5 tablet, soalnya harganya cukup mahal. Masih diharga Rp.37.000/5 tablet.  

Efek obatnya cukup cepat untuk meredakan nyeri, besok paginya saya mencoba ke pasar untuk membeli jamur shitake. Soalnya kan, waktu itu saya pernah makan jamur shitake cuma direbus doang bisa menghilangkan sakit gigi sampai saat ini.

Membeli jamur shitake pun penuh dengan perjuangan, mana dipagi harinya hujan lagi. Jadi, saya mencari jamur shitake-nya di Pasar Basah Tiban Centre, dekat dengan rumah saya. Ada sih stock jamurnya disalah satu warung disana. Tapi, kondisi jamurnya sudah tidak bagus lagi. Saya lihat jamurnya sudah berair karena sudah lama diletakkan kedalam kulkas. Jadi saya tidak membeli jamur tersebut.

Setelah adzan sholat dzuhur hujan pun berhenti. Dan saya rencanannya akan membeli jamur shitake disalah satu swalayan di Grand Mall Batam. Sampai disana, jamur shitake-nya tidak ada. Terus lanjut ke pasar pagi jodoh. Ternyata walaupun sudah siang menjelang sore, masih banyak penjual sayur tepi jalan disana. 

Saya langsung ketempat penjual biasa saya beli jamur shitake. Jamurnya tidak ada, lalu saya pergi ke pasar puja bahari di Nagoya. Disana pun tidak ada, mana hujan gerimis lagi. Daripada saya harus menanggung sakit nyeri (nyut2an) digigi saya, dan sudah terlanjur keluar rumah juga. Jadi jamur shitake-nya harus saya dapatkan. #Kekeuh #SingsingkanLenganBaju

Tujuan terakhir saya ke pasar basah Mitra Raya. Alhamdulilah, akhirnya dapat juga jamur shitake yang satu bungkus dengan harga Rp.18.000. Hati saya sudah senang dong dapat jamurnya, terus tiba di Rumah saya langsung rebus 2 buah jamur shitake dan memakannya.

Dan untuk saat ini gagal dalam menyembuhkan sakit gigi saya. Hiks.... T___T.

Hilang sih rasa sakitnya, tapi hanya sebentar doang. Terus malam harinya sakit giginya kambuh dengan lumayan sakitnya. Obat Kamaflam-nya sudah habis saya makan disore hari, mana sudah jam setengah sepuluh malam. Saya langsung bergegas ke apotik untuk mencari obat meredakan nyeri. Dapat sih obatnya, dan lebih mahal lagi harganya. Satu tablet Rp.10.000 mereknya Ketesse Dexketoprofen 25 mg. 

Saya sengaja beli satu tablet saja, untuk meredakan nyeri pada malam hari itu supaya bisa tidur. Rencananya, besok pagi mau ke dokter gigi. Dan obatnya tidak terlalu cepat bereaksi meredakan nyeri, masih berasa nyut2an digigi saya. Tidak seperti Kamaflam, yang sangat halus rasa nyut2annya. 

Btw, kenapa saya tidak mau beli Kamaflam saja lagi?!. Karena Kamaflam tidak bisa beli satu butir, minimal setengah papan. Pikir saya boros nanti obatnya kalau ada sisa. 

Dipagi harinya, sakit gigi saya sembuh total. Ya udahlah, nggak usah ke dokter gigi kalau gitu. Eh, pas siang menjelang sore gigi ini berasa nyut2an lagi. Dan saya tidak bisa mengelak untuk ke Dokter Gigi, sudah  mengikhlaskan gigi graham kanan saya dicabut sama isi tabungan saya terkuras. B-)

Pikiran saya, cabut gigi itu hal yang sepele sodara - sodari ku sebangsa dan setanah air.... Tinggal dicabut doang tanpa usaha yang keras. O.M.G.... Ternyata, dokter giginya sampai nyerah untuk mencabut akar gigi geraham kanan saya. Cuma tercabut satu bijik saja, satunya lagi masih tersisah didalam gusi saya.

Ini pengalaman pertama kali saya untuk mencabut gigi ke Dokter Gigi. Sampai lemas dan tegang lho saya pas tahap pencabutan gigi ini. Minta dibius dua kali terus bikin saya trauma untuk cabut gigi ke dokter gigi. Hiks....

Sumpah, kalau mengingatnya lagi. Saya nggak mau balik lagi untuk cabut gigi...

Sebelum saya minta cabut gigi geraham kanan bawah, saya mencoba minta opsi ke dokter giginya untuk ditambal lagi. Soalnya, gigi geraham ini pernah ditambal terus ujungnya tompes dan disitulah mungkin terjadi kebocoran sehingga membuat saya sakit gigi.

Tapi, untuk tambal tompesnya itu harus memerlukan perawatan khusus beberapa bulan, dan akan ditambal ulang lagi yang mana biayanya cukup mahal yaitu sekitar satu jutaan. Hhhhmmmm... Mahal yah untuk perawatan gigi ini aja. Hiks...

Ya udahlah, dicabut aja daripada harus mengeluarkan biaya satu jutaan untuk tambal gigi geraham yang sudah busuk juga. Sempat saya tanya harga cabut gigi ke resepsionisnya dan dokter giginya langsung, mereka bilang sih cuma tiga ratus ribuan. Kalau harga segitu masih sanggup lah, pikiran dibenak saya. Dan setelah lihat tagihan keluarnya sebesar Rp.655.000. #HelaNapas #LetItGo

Ya Allah, kenapa sih dalam keadaan hamba MU ini belum punya penghasilan bulanan yang secara rutin penyakit itu harus bermunculan. Kenapa tidak dulu saat masih bekerja dan punya kartu BPJS. :-(

Belum lagi saya melanjutkan cerita alergi ke tiga jari kanan yang postingan beberapa bulan lalu. Saya akhirnya berobat ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, itupun biayanya tidak murah juga Sodara-Sodari ku sebangsa dan setanah air...

Lanjut lagi cerita cabut giginya.

Pas tahap pencabutan akar gigi geraham saya, Dokternya susah sekali untuk mencabutnya. Belum lagi saya rewel menahan ketakutan dan otot diseluruh tubuh saya merasa tegang. Dokter dan susternya berkali-kali bilang kesaya rileks aja badannya, jangan terlalu tegang ototnya. Karena akan berpengaruh juga terhadap otot di mulut saya sehingga gigi geraham saya akan bakalan susah untuk dicabut.

Gimana tubuh saya refleks nggak tegang dan ketakutan coba, melihat alat-alat pencabut giginya masuk ke mulut terus dicabut paksa gigi ini. O.M.G.... Sanking susahnya, dokternya mengebor gigi geraham saya menjadi potongan kecil-kecil karena susah untuk mencabut akar gigi geraham saya.

Akar gigi geraham saya yang satu sudah copot rasanya lega sekali. Ternyata, akar gigi geraham saya dalam banget tertancap ke dalam gusi. Untuk yang satunya lagi, dokternya sudah nyerah karena sudah digoyang-goyangkan dan mencoba untuk dicabut akar gigi geraham saya tidak tergoyangkan dan tertarik keatas kata dokternya.

Jadi setengah akar gigi geraham saya masih tertancap didalam gusi. Kata dokter giginya,  kalau akar gigi geraham tersebut tidak retak atau bolong tidak apa-apa. Nanti akan tetutup ama gusi, dan dua bulan lagi saya harus control ke dokter gigi tersebut. Kalau saya tidak ada masalah, nggak apa-apa tapi kalau terjadi sakit gigi lagi harus ada tindakan untuk dicabut lagi. :-(

** Harga pencabutan gigi belum termasuk harga obat yang harus dibeli di Apotik. Total harga obatnya Rp.88.448



Akar gigi geraham saya yang udah dibungkus kek lemper. -___-"
Akar gigi geraham saya yang satu bijik sudah dibungkus kayak lemper. -__-"



  

You Might Also Like

1 comments

  1. Akhirnya selesai sudah drama sakit gigi ini dengan ending yang menyedihkan,
    wkwkwkwkwk

    satu dua kucing belalu,
    baiknya kita makan dahulu.

    XD

    ReplyDelete