Sakit Gigi

Monday, June 21, 2021

Duh, kenapa postingan saya akhir - akhir ini  kebanyakan menceritakan penyakit yah... -___-"

Baiklah, saya mau berbagi cerita ke kamu tentang sakit gigi yang saya alami dan cara penanggulangannya.

Jadi, begini ceritanya... Satu hari sebelum lebaran ditahun ini saya mengalami sakit gigi. Lumayan sih, sakit nyut-nyutannya. Membuat saya tidak bisa tidur dimalam hari sampai pagi, dan datang sakit giginya pas pulak dimalam hari waktu mau tidur. Untuk pertolongan pertama, saya mencari caranya di internet.

Standard sih, disuruh kumur-kumur dengan air hangat yang dikasih garam. Sudah saya lakukan tapi rasa nyut-nyutannya nggak reda, malah seperti tidak ada efeknya gitu. Terus, saya mencoba untuk makan satu siung bawang putih. Sama juga hasilnya, tidak meredakan nyeri nyut-nyutan di gigi saya. Terakhir saya coba pake es batu yang ditempelkan ke pipi dekat gigi yang sakit.

Nah, cara terakhir tersebut lumayan ampuh sih... Setelah es batunya cair, nyut-nyutannya kembali lagi dong gaesssssss. Tapi lumayan untuk pertolongan pertama buat meredakan nyeri sakit gigi sesaat, supaya saya bisa tidur. Siang harinya, saya pergi ke apotik terdekat untuk membeli obat sakit gigi. Obatnya sih lumayan mahal bagi saya. Satu papan yang isinya sepuluh butir harganya tujuh puluh ribuan, sedangkan kita bisa membelinya setengah papan yang isinya lima butir dan harganya tiga puluh ribuan.

Saya membeli yang setengah papan saja. Karena siang harinya saya masih puasa, sakit giginya hilang begitu saja. Tapi, sebelum mau tidur kambuh deh tuh nyut-nyutannya. Obatnya lumayan ampuh, harus dimakan tiga kali sehari. Nah, berarti saya cuma punya waktu dua hari untuk mengulur waktu ke dokter gigi.

Ternyata obat tersebut bukan menyembuhkan tapi meredakan rasa nyut-nyutannya doang. Masih berasa rasa nyeri nyut -nyutannya di gigi saya. Akan tetapi rasanya minor atau tidak sesakit seperti kemaren tanpa minum obat. Saya mencari info klinik gigi yang buka pada saat lebaran. Tapi tidak ada, mereka buka satu minggu setelah lebaran atau dihari senin.

Saya sudah mengikhlaskan gigi saya akan dicabut. Lagian gigi geraham saya yang sakit emang bekas tambalan. Jadi, dipikiran saya yah sudahlah... Ikhlasin aja gigi ini bakalan ompong satu. Nah, setelah obat pereda nyeri tersebut sudah habis. Malam harinya, saya kembali sakit gigi. Rasa nyeri yang nyut-nyutan bikin saya tidak bisa tidur lagi. #AlamakJang

Besok paginya, saya beli jamur shitake dipasar pagi jodoh. Ini sumpah, random banget. Tetiba saya kepikiran untuk membeli jamur shitake dipasar pagi jodoh. Harganya cukup murah hanya delapan belas ribu rupiah saja sudah dapat satu kantong. 

Saya rebus jamur shitake dua buah tanpa garam atau bumbu dapur apapun. Terus saya makan, beberapa saat kemudian. Keajaiban pun datang, entah kenapa sakit gigi yang rasa nyeri nyut-nyutannya hilang seketika. Benaran hilang sampai saat saya menulis postingan ini lho Saudara - Ssaudari Ku Sebangsa dan Setanah Air...  

Sakit gigi saya tidak kambuh lagi dan saya tidak jadi ke dokter gigi. Saya sampai nggak percaya jamur shitake itu bisa menyembuhkan sakit gigi. Saya browsing ke internet manfaat jamur shitake, dan salah satunya adalah: 

4. Mencegah penyakit gingivitis

Gingivitis adalah penyakit gigi yang disebabkan oleh penumpukan plak dan bakteri jahat. Menurut sebuah penelitian, jamur shitake memiliki efek antibakteri, antivirus, dan antijamur. Dengan demikian, konsumsi jamur shitake bisa mencegah berkembangnya bakteri jahat penyebab gingivitis. 

Sumber: https://www.alodokter.com/kenali-beragam-manfaat-dan-resep-jamur-shitake

Nah, kalau sakit gigi saya kambuh lagi... Berarti saya harus memakan jamur shitake. 

Kalau kamu lagi sakit gigi cobain juga yah, apakah bisa sembuh atau tidak seperti saya?!.



You Might Also Like

2 comments

  1. Absurd banget lu bang, jalan ke pasar pagi beli shitakke.

    Beli rujak sekalian.
    ¯\_ಠ_ಠ_/¯

    ReplyDelete