Celotehin Aplikasi Tiktok

Tuesday, November 03, 2020

Hallo… Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatu.

Perkenalkan, nama saya Chai Loekman dan saya adalah konten creator. 

Kali ini saya mau berceloteh tentang Aplikasi Tiktok. Aplikasi tiktok sempat diblokir sama pemerintah kita. Sejak Selasa siang pada tanggal 3 Juli 2018, TikTok mulai diblokir di Indonesia. Kemenkominfo telah melakukan pemantauan mengenai aplikasi ini selama sebulan dan mendapati akan banyak sekali masuknya laporan yang mengeluh tentang aplikasi ini. Terhitung sampai 3 Juli 2018, laporan yang masuk mencapai 2.853 laporan. 

Menurut Bapak Rudiantara yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia pada saat itu, banyak sekali konten negatif terutama untuk anak-anak. Untuk pemblokiran aplikasi ini, sudah dikoordinasikan dengan Kemen PPA sampai pemutusan untuk pemblokiran. Tak hanya itu, KPAI juga telah dimintai keterangan. 

Aplikasi ini dilepas pemblokirannya satu minggu kemudian setelah TikTok bernegosiasi, membuat berbagai perubahan, termasuk menghapus konten negatif, membuka kantor penghubung pemerintah, dan menerapkan batasan usia serta mekanisme keamanan. 

Masih pada ingat nggak ?!. Waktu itu lagi booming dengan konten tiktoknya bowo alpenlible yang di Bully / dihujat sama para netizen. Menurut saya, dia nggak salah. Isi kontennya juga tidak ada yang menyalahin aturan. Yah Namanya juga netizen, yang selalu menghakimi orang dan merasa dirinya maha benar. 

TikTok adalah layanan jejaring sosial berbagi video berbahasa Mandarin yang dimiliki oleh ByteDance. Aplikasi ini digunakan untuk membuat video musik pendek, lip sync, dance, komedi, dan bakat lainnya berdurasi 3 hingga 15 detik, dan video perulangan pendek berdurasi 3 hingga 60 detik. Ini adalah versi internasional tiktok yang awalnya dirilis di pasar Cina pada September 2016. Kemudian, TikTok diluncurkan pada tahun 2017 untuk iOS dan Android di sebagian besar pasar di luar China daratan; 

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, TikTok dengan cepat mendapatkan popularitas di Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, Amerika Serikat, Turki, Rusia, dan negara lainnya. pada tahun 2018 banyak selebriti Hollywood menggunakan aplikasi ini. TikTok telah diunduh lebih dari 80 juta kali di Amerika Serikat. Pada Oktober 2020, TikTok melampaui lebih dari 2 miliar unduhan seluler di seluruh dunia. 

Vanessa Pappas adalah CEO TikTok setelah pengunduran diri Kevin Mayer pada tanggal 27 Agustus 2020. 

Pengguna juga diperbolehkan untuk melaporkan akun spam atau tidak pantas. 

TikTok menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisisa minat dan preferensi pengguna melalui interaksi mereka dengan konten, dan menampilkan umpan konten yang dipersonalisasi untuk setiap pengguna. TikTok memiliki algoritme di mana mereka memproses preferensi pengguna berdasarkan video yang mereka "sukai", komentari, dan juga berapa lama mereka menonton video tersebut. 

Dibandingkan dengan algoritme konsumen konvensional seperti YouTube dan Netflix dengan daftar video yang direkomendasikan, TikTok menafsirkan preferensi individu pengguna dan menyediakan konten yang mereka sukai. 

Ada berbagai tren dalam TikTok, termasuk meme, lagu yang disinkronkan dengan bibir, dan video komedi. Duets, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan video mereka sendiri ke video konten asli.Tren ditampilkan di halaman jelajah TikTok atau halaman dengan logo pencarian. Halaman ini mencantumkan hashtag dan tantangan yang sedang tren di antara aplikasi. 

Aplikasi Tiktok telah melahirkan banyak tren viral. 

Jujur saya belum menginstall aplikasi tiktok dan belum punya account-nya. Dan saya suka juga melihat video tiktok yang kreatif berseliweran di beranda media social saya. 

Sekian dulu celotehan saya tentang aplikasi Tiktok, sampai jumpa dicelotehan saya selanjutnya. 

Terima kasih. 

Wasssalamualaikum warohmatulohi wabarokatu.



You Might Also Like

0 comments