Celotehin Game Among Us

Tuesday, October 20, 2020

Hallo… Asssalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatu

Perkenalkan, nama saya Chai Loekman dan saya adalah konten creator. 

Sebelumnya, saya mau menyapa teman – teman semua yang berada dibelahan bumi mana aja. Apa kabar teman – teman semuanya ?!. Semoga teman – teman semuanya dalam keadan sehat wal afiat baik jasmani maupun rohani. Apabila ada yang lagi sakit, saya doakan semoga cepat sembuh yah… Amin. 

Celotehan kali ini saya mau membahas tentang permainan yang lagi popular dimainkan saat ini, yaitu “Among Us”. Jujur, saya belum pernah memainkan permainan ini karena saya tidak suka bermain game. Akan tetapi saya suka menonton permainan “Among Us” di Youtube. Buat saya lebih seru menontonnya dari pada bermainnya. 

Oke, Baik lah saya akan menjelaskan permainan “Among Us” secara singkat. 

Among Us adalah permainan multipemain, mendukung hingga empat sampai sepuluh pemain yang dikembangkan dan diterbitkan oleh studio game di Amerika, yaitu InnerSloth, dan dirilis pada tanggal 15 Juni 2018. Satu sampai tiga dari pemain akan dipilih secara acak untuk menjadi Impostor, sedangkan sisanya adalah Crewmates. 

Permainannya terdapat tiga peta yaitu: pesawat ruang angkasa (The Skeld), gedung markas (Mira HQ), atau pangkalan planet (Polus). Tujuan Crewmates adalah untuk mengidentifikasi Impostor, menghilangkan mereka, dan menyelesaikan tugas di sekitar peta. tujuan impostor adalah untuk diam-diam menyabotase dan membunuh Crewmates sebelum mereka menyelesaikan semua tugas mereka. Melalui pemungutan suara, pemain yang diyakini sebagai Impostor dapat dikeluarkan dari permainan. Jika semua Impostor tersingkir atau semua tugas diselesaikan, Crewmates menang. Jika jumlah impostor dan crewmates yang sama, atau jika sabotase kritis tidak terselesaikan, impostor menang. 

Setiap pemain yang masih hidup yang menemukan mayat dapat melaporkannya, menghentikan semua permainan lainnya dan mengadakan pertemuan kelompok. Dalam pertemuan tersebut, pemain mendiskusikan siapa yang mereka yakini sebagai Impostor berdasarkan bukti seputar pembunuhan itu. Untuk membantu menentukan identitas impostor, terdapat berbagai sistem pelacakan di setiap peta, seperti sistem kamera keamanan di Skeld, sebuah doorlog di Mira HQ, dan indikator vital di Polus. 

Jika pemungutan suara tercapai, orang yang dipilih dikeluarkan dari peta dan mati. Pemain yang masih hidup juga dapat memanggil "pertemuan darurat" dengan menekan tombol di peta kapan saja, kecuali saat sabotase sedang berlangsung. Pemain dapat berkomunikasi dalam obrolan teks, tetapi hanya dapat berbicara selama rapat, dan jika mereka masih hidup, meskipun hantu dapat berbicara satu sama lain kapan saja. 

Among Us terinspirasi oleh game pesta kehidupan nyata Mafia juga dikenal sebagai Werewolf di beberapa wilayah 

Walaupun dirilis pada tahun 2018, baru pada pertengahan tahun 2020 Among Us mengalami lonjakan popularitas, yang awalnya didorong oleh pembuat konten online di Korea Selatan dan Brasil. Bromander menyatakan bahwa Meksiko, Brasil, dan Korea Selatan bahkan lebih populer daripada Amerika Serikat. Menurut Willard, streamer Twitch Sodapoppin membuat game ini populer di Twitch pada Juli 2020. Setelah itu, banyak streamer Twitch dan YouTuber lainnya mulai memainkan Among Us 

Popularitas game berlanjut hingga bulan-bulan berikutnya; YouTube melaporkan video tentang Among Us dilihat 4 miliar kali pada September 2020. Video TikTok yang terkait dengan Among Us telah ditonton lebih dari 13 miliar kali pada Oktober 2020. Pada September 2020, game ini telah melampaui 100 juta unduhan, dan jumlah pemainnya meningkat menjadi 1,5 juta pemain bersamaan, hampir 400 ribu di antaranya ada di Steam, kemudian memuncak menjadi 3,8 juta pada akhir September ini. 

Nah, bagaimana apakah kamu tertarik untuk memainkan permainan ini juga ?!. 

Terima kasih saya ucapkan kepada kamu yang sudah mau mendengarkan celotehan saya dari awal sampai akhir. Sampai jumpa dicelotehan saya selanjutnya… 

Wassalamualaikum warohmatulohi wabarokatu.



You Might Also Like

0 comments