Bercuap - cuap di Udara

Monday, May 28, 2018

Sudah hampir satu tahun lebih saya tidak pernah  meng-update postingan Interview Ala2 di blog ini.  Terakhir saya menulis pada bulan November tahun 2016, dan rencana saya minimal satu bulan sekali saya posting tapi kenyataannya makin lama makin ngaret tak berujung untuk menulis. #apalah -____-"

Ditahun 2018 ini saya mencoba untuk memulai kembali apa yang telah saya lakukan sebelumnya. Tapi nggak janji juga deh bakalan posting sebulan sekali, karena itu membuat saya berat. *Iya, berat... Berat melawan kemalasan dalam diri sendiri untuk menulis. :-(*

Narasumber saya kali ini memiliki suara yang sangat merdu dan suka sekali bercuap - cuap di udara. Pertama kali saya mendengarkan suaranya di Voice Note group WA, saya tidak percaya itu suaranya. Maklum, saya dengan dia belum pernah ketemu sama sekali dan tidak saling mengenal terlalu dekat. Yah, karena kami satu group di WA jadi komunikasi kebanyakan hanya melalui teks.   

Eh tapi, benaran lho itu suara aslinya dia. Suaranya itu benar-benar bening kayak pengisi suara telenopela ditipi-tipi. :-p

Tanpa panjang lebar yuk simak invterview ala2 saya dengan dia...


- Hallo Narasumber saya, silahkan perkenalkan diri dulu ? 

Hallo bang Chai Lukman.

Salam kenal, aku Muhammad Zulkarnain Purba. Temen - temen biasa manggil aku Lenzoe Purba, nama tersebut adalah nama siaran aku di radio sejak tahun 2011. Dan akhirnya hingga saat ini aku selalu menggunakan nama tersebut saat memperkenalkan diri. 

Saat ini aku masih aktif bersiaran di 104,3 Sheila.fm radio yang dulunya dikenal sebagai radio anak muda, kini telah berubah menjadi radio dakwah islam yang merupakan bagian dari Radio Silaturahim Network Jakarta. 

Selain itu aku juga bekerja di PT. Bintang Cakrawala Network (BCN TV). BCN TV merupakan sebuah televisi lokal berbasis kabel yang ada di Kota Batam. Aku mulai bekerja sejak 2012 dan kini bertugas sebagai creative director. 

25 tahun yang lalu aku lahir di Kota Tebing Tinggi - Sumatera Utara, pada tanggal 27 desember 1992. Dan menempuh penididikan hingga Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Tebing Tinggi. Aku merupakan alumni dari Global Insitute of Commerce and Industry (GICI Business School) Batam yang lulus pada tahun 2014 dengan jurusan management informatika. 

Sejak tahun 2010 aku menempuh jenjang perkuliahan dan sembari bekerja di Kota Batam. Dan hingga kini aku sudah berdomisili di Kota Industri ini. 

- Bagaimana bisa menjadi penyiar radio? 

Aku percaya bahwa setiap orang punya mimpi, dan setiap dari kita berhak untuk mewujudkannya. Dari kecil aku selalu senang sekali mendengarkan radio, dan mamaku memiliki hobi yang sama. Sedangkan ayahku senang bercerita. 

Dengan kata lain aku adalah hasil kolaborasi dari kedua hobi orang tua ku. Jika dirunut dari silsilah keluarga tidak ada satupun yang bekerja dan berkarir di dunia broadcasting, namun aku memberanikan diri untuk mengejar impian ku untuk menjadi seorang broadcaster. 

Sejak SMA aku mulai menikmati menjadi bintang tamu di sebuah acara radio, dan saat itu aku semakin terpacu untuk menjadi seorang penyiar radio. Impian tersebut aku bawa hingga pindah ke Batam, meski butuh proses yang cukup lama memang untuk meraihnya. 

Karena aku percaya segala sesuatunya membutuhkan proses. Saat awal merantau ke Batam, aku bekerja di sebuah perusahaan Safety Marine Equipment yaitu PT Safety At Sea Indonesia, sebagai administrasi. Setahun lebih aku bekerja di perusahaan perkapalan ini, selama bekerja aku selalu mendengarkan radio. 

Saat jam istirahat, aku mencoba menghibur teman - teman kerja dengan berpura - pura menjadi penyiar radio. Dan rekan kerja ku seolah menjadi peneleponnya, wuah seru sekali jika melihat masa itu. Namun tak disangka, justru teman - teman kerja ku merasa aku memiliki potensi lebih dibidang penyiaran.

Dan benar saja hal itulah yang menjadi passion ku. Hingga akhirnya teman - temanku mendukung untuk mengejar mimpiku tersebut. Sampai tiba saatnya aku menyelesaikan masa kontrak kerjaku di perusahaan tersebut dan memilih untuk mewujudkan citaku. 

Dan aku mencoba untuk melamar sebagai penyiar radio di Sheila.Fm. Yah, radio ini adalah radio favoritku dulu. Radio ini memiliki tagline “Ngetunee banget..!!”, nah dari tagline nya kita udah tahu kalau radio ini adalah radio anak muda yang gaul banget. 

Saat itu Sheila.fm sedang tidak membuka lowongan pekerjaan. Namun aku percaya saja, dengan diiringi ucapan bismillah aku mengajukan lamaran langsung ke studio sheila.fm. Dan syukur alhamdulilah, Ikhtiarku selama ini terjawab. Masih ingat sekali dibenakku, jumat pagi aku mengirim lamaran. Jumat siang aku ditelpon untuk interview dan test vocal.

Dan sabtu (esok harinya) aku langsung bersiaran. Allah sangat mempermudah jalanku untuk menjadi penyiar radio saat itu. Dan hingga saat ini, itu menjadi pengalaman yang berarti. 

- Apa sih enaknya jadi penyiar radio ? 

Enaknya…? Wuahh banyak banget bang Lukman. Bagiku radio adalah wadah curhatnya aku untuk mengungkapkan rasa, bercerita kepada semua orang dan begitu pula sebaliknya. Dari radio aku memulai semuanya hingga hari ini, aku bekerja di sebuah televisi lokal dengan tetap menjadi penyiar radio. 

Menjadi penyiar radio bisa dikenal banyak orang, dan bisa memiliki banyak teman. Dan aku sangat senang sekali berteman. Selain itu, kita bisa bertemu dengan orang orang hebat dan orang penting. Dari kalangan pejabat hingga artis. Dan menjadi penyiar radio adalah batu loncatan untuk mengawali karir yang lainnya, seperti menjadi MC pada acara di Batam, dan bisa berkarir di dunia pertelevisian. 

- Siapa rule model atau idola-nya bang Lenzo dipenyiar radio ?

Hampir sebagian besar artis tanah air berasal dari seorang penyiar radio. Tidak ada idola khusus sebenarnya, namun aku suka banget danang, darto, surya dan tije. Mereka sangat ekspresif dan menginspirasi. Namun, walau bagaimanapun menjadi seorang penyiar radio harus melekat pada karakter diri yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain. Kita boleh saja melihat penyiar lainnya, tapi tidak untuk menirunya. 

- Pernah merasa bosen nggak sih jadi penyiar radio ? 

Kalo menurutku, setiap orang pasti pernah merasa jenuh pada aktifitas yang dilakoni setiap hari. Tentu aku juga pernah, namun bukan tentang jenuhnya tapi tentang bagaimana kita mengatasi kejenuhan itu. Banyak kok hal yang baru bisa kita temui atau bisa kita lakukan di hari yang berbeda. Dan alhamdulilah aku tipe orang yang tidak mudah bosen, ada saja caraku untuk menikmati waktu. 

- Belajar dari mana cuap2 kayak gitu ?

Sebenarnya nih yah bang lukman, banyak banget yang nanya seperti ini. Tapi sejujurnya aku jawab, aku belajar sejak kecil. Percaya atau tidak, jika aku mendengar radio yang aku dengar adalah saat si penyiar berbicara. Dan akhirnya secara otodidak aku belajar sendiri. Dan untuk memaksimalkan potensi tersebut, di Batam aku juga mengikuti kelas, sertifikasi dan kompetisi Public Speaking bahkan hingga ke Jakarta dan Surabaya. 

- Pernah stuck nggak kalo lagi siaran mau ngomongin apa tiba2 blank gitu ? 

Blank Moment itu, pasti dialami oleh setiap penyiar, hehe... Termasuk aku, itulah pentingnya kita membaca dan wajib punya wawasan luas. Pinter ngomong dan suara bagus aja nggak cukup. Kita wajib update dengan informasi dan juga memiliki perbendaharaan kata yang cukup baik. 

Kalo menurutku, hukum alam itu sangat berlaku ketika kita ingin didengarkan maka mulailah untuk mendengarkan. Ketika tulisan kita ingin dibaca maka mulailah untuk membaca. Dan seperti itulah selanjutnya, dunia ini tidak terlepas dari hukum sebab akibat. 

- Apakah sebelum siaran harus searching dulu untuk mendalami topik yang akan diomongin ? 

Materi siaran disiapkan oleh program director yang bertugas menentukan tema dan materi siar. Bukan hanya itu, program director juga berkoordinasi dengan marketing radio untuk memutarkan iklan yang harus diputar. Kita juga bisa searching materi dari sudut pandang lainnya, agar kaya akan referensi dan tidak stuck saat siaran berlangsung. 

- Arti para pendengar buat bang Lenzo ? 

Sangat berarti, saya tidak memposisikan diri saya sebagai artis. Meskipun sebenarnya penyiar juga merupakan seorang penggiat seni dan juga entertainer. I do not need fans but I need friends, hehehe... Nggak kebayang kalo aku siaran nggak ada yang dengerin. Oleh karena itu, radio dan pendengar adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. 

- Kasih tips dan trik dong buat para dedek2 yang mungkin mau menjadi penyiar radio seperti bang Lenzo ? 

Nah, untuk temen - temen semua yang ingin menekuni dunia broadcasting. Pastikan terlebih dahulu passion kamu. Jangan ada keterpaksaan dalam melakoninya. Karena berkecimpung di dunia broadcasting dan entertainment kita menjadi milik semua orang, kita bekerja tanpa jam kerja. Namun kamu akan sangat bisa menikmati hidup ketika kamu sudah memilih hidup kamu dengan passion kamu. 

Jika kamu ingin menjadi penyiar radio, kamu harus menjadi pendengar radio terlebih dahulu. Menjadi diri sendiri, memililki karakter yang baik, berfikir solutif tidak mudah mengeluh dan positif. Eitsss, jangan lupa latihan. Selalu belajar dan jangan pernah merasa pintar. 

Terima kasih kepada semua pembaca, khususnya bang Lukman. Semoga kisah saya ini bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk sahabat semua.





***

Terima kasih yah bang Lenzo sudah mau menjadi narasumber saya dan sekian dulu interview ala2 saya. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya... #bye

You Might Also Like

25 comments

  1. Sebagai generasi 90'an kumasih jadi orang terdepan yg suka dengerin radio muehehe

    ReplyDelete
  2. Nggak pernah dengar yang namanya sheila.fm, rupanya radio dakwah ya, mungkin bisa ditambahkan suara babang kita ini, supaya yang baca nggak penasaran ama suaranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu bukan radio dakwah kak. Suaranya kek ditipi-tipi lah kak. :-p

      Delete
  3. Semangat terus menulis plus vlog. Tinggal dikombinasikan menjadi sempurna

    ReplyDelete
  4. wah.. kenal nih sama lenzo. orangnya ramah dan kayaknya nge-fans sama aku. hahaha

    ReplyDelete
  5. Dulu sempet mau jadi penyiar radio juga nih, tapi ga jadi karena ga bisa double kerjanya. Jadi penyiar radio itu seru kayaknya ya. Dulu pengen jadi penyiar biar sering ketemu artis hehehe maklum masih abegeh, eh kesempatannya datang setelah lulus kuliah lama dan ternyata ga bisa ninggalin kerjaan sebelumnya.

    ReplyDelete
  6. Ulala, bg chai kapan ikutan siaran

    ReplyDelete
  7. Dulu, waktu hiburannya sebatas radio sering menebak-nebak para penyiar radio kira2 kalau suaranya kayak gini wajahnya kayak apa ya. Hihihi... Efek setiap hari cuma dengerin suaranya aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suara bisa menipu yah mbak. Heheheheeee...

      Delete
  8. yang jelas jadi penyiar itu suaranya ganteng wkakakakkaka

    begitu ketemu ya ampun mas danan ternyata gede , kirain putih , langsung tapi aslinya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ekspektasi pendengar terlalu tinggi. Heheheheheee...

      Delete
  9. Dulu pernah nyoba kerja di radio. Setelah job interview baru nyadar kalau saya emang ga ngerti dunia musik... hehehe... Dan suaranya juga kurang empuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suaranya kurang dimasak lama mbak biar empuk nggak alot. #eh

      Delete
  10. Aku suka dgr radio pas SMA, sempet pengen jadi penyiar, tapi nggak jadi karena sadar diri.. hehe. Kerenn, belajar jadi penyiar sejak kecil. Sukses terus VJ Lenzoe dan Bang Lukman..

    ReplyDelete
  11. Wah seru ya hihihihi.. walau dah jarang nonton eh dengar radio lagi tapi radio itu Punya pendengar setia

    ReplyDelete
  12. Kayaknya saya pernah ketemu penyiar ini beberapa kali.

    ReplyDelete