Solo Traveling ke Kuala Lumpur

Wednesday, October 25, 2017

Sudah terlalu lama saya tidak meng-update postingan diblog ini. Dan lumayan banyak cerita kehidupan saya yang terlewatkan begitu saja. Yah gitu deh, saya malas banget untuk menulis dan lebih rajin mendokumentasikan melalui video. Entah kenapa semangat menulis itu hilang begitu saja, padahal job melalui blog itu selalu aja ada kalo saya rajin untuk mengambilnya.

Postingan terakhir dibulan Agustus 2017 dan sekarang sudah mau dipenghujung bulan Oktober 2017. *Ya ALLAH, ampuni kesalahan dan dosa hambamu ini. Amin... #AkuKotorPenuhDosa*

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang liburan lebaran Idul Fitri 1438 H (2017 Masehi) saya yang ke Malaysia. Jadi, saya ber-solo traveling kesana. Biasanya saya liburan ke Malaysia bareng teman - teman dan tidak pernah sendirian. Karena liburan lebaran cukup panjang dan mengajak teman dihari raya itu cukup susah. Yah udah, saya memutuskan untuk liburan sendirian aja kesana.

*ya iyalah chai pada nggak mau, lu pergi dihari lebaran pertama. -____-"*

Saya saranin bagi kamu yang mau liburan ke luar negeri untuk pertama kali khususnya solo traveling, yah negara yang masih masuk budget murah dan aman ke Malaysia aja.

Karena saya dari Batam jadi liburan ke luar negeri (Malaysia atau Singapore) berasa hemat banget walaupun itu di hari liburan besar keagamaan. Jika dibandingkan dengan liburan ke kota lain yaitu liburan dalam negeri. Secara yah kan harga tiket pesawat, kapal dan kereta pasti melambung naik dan sudah penuh untuk liburan dalam negeri. Tapi kalau kamu dari Batam mau ke Singapore atau Malaysia tiket kapal feri harganya standart aja tidak terjadi kenaikan.

Waktu itu harga tiket kapal feri PP Batam (Harbourbay) - Johor Bahru (Putri Harbour) adalah Rp. 305.000 (free shuttle bus larkin).
 
Oiya, saya dari Johor Bahru ke Kualu Lumpur naik pesawat terbang loh... #pamer

Kenapa saya naik Pesawat ? Karena di Malaysia itu hampir sama seperti di Indonesia kalo hari libur hari raya harga tiket bus bisa saja melambung naik dan penuh. Nah, untuk antisipasi harga tiket bus beda tipis dengan harga tiket pesawat. Mending saya ambil naik pesawat aja, selain itu hemat waktu juga.

Naik pesawat dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur cuma 50 menit saja, sedangkan naik bus kurang lebih lama perjalanannya 6 jam.   

Yah, habisnya murah banget tiket pesawat PP Johor Bahru - Kuala Lumpur cuma Rp. 489.700. Saya ambil jadwal keberangkatan paling pagi sih, karena tiket termurah jam segitu. Hehehheheeheeeee....

Karena saya sudah malam tiba di Larkin dan Bus ke Senai Airport tidak ada lagi. Saya naik bus dari Larkin ke  JB Sentral dengan harga RM. 1.70 lalu nyambung dari JB Sentral ke Senai Airport RM. 4. Saya saranin naik Bus saja karena harga cukup murah dan nyaman.

Saya tidur di Bandara Johor Bahru (Senai Airport) dan Kuala Lumpur (KLIA2) untuk satu malam karena jam 5 subuh pesawatnya sudah berangkat. Saya buat rencana perjalanan juga tidak terlalu spesifik mau berkunjung kemana aja di Kuala Lumpur. Yah, pokoknya mau eksplore Kuala Lumpur naik bus gratis dan ke putrajaya.

Bandara KLIA2 itu ternyata luas banget, saya sampai disana langsung eksplore sana-sini karena saya akan menginap disana selama satu malam. Jadi harus tahu spot - spot mana aja yang aman dan nyaman untuk tidur. Tempat mandi, wifi, charger handphone pun tersedia disana.

Dari KLIA2 ke Puduraya saya naik Bus dengan harga RM. 12. Daripada naik KLIA Transit mending naik Bus karena lebih ekonomis dan lama perjalanan kurang lebih satu jam.  

Traveling yang menyenangkan bagi saya adalah pergi ke suatu tempat tanpa ekspektasi apa - apa. Dan pada saat tiba disana mendapatkan pengalaman diluar ekspektasi saya. Contohnya yah saya naik bus KL yang gratis, saya tidak tahu kalau bus itu akan membawa saya ke mana aja. Nah, pas saya didalam bus ketemu spot yang bagus langsung turun saja di Halte. Random banget kan. Heheheheheheee....

Btw, saya beneran naik semua moda transportasi yang ada di Malaysia mulai dari kapal laut, bus, train dan pesawat. Cuma satu yang saya tidak coba naikin yaitu taksi karena ongkos naik taksi lebih mahal untuk seorang diri. Kalo jalan rame - rame kan bisa share cost ongkosnya.








Terakhir saya ke Kuala Lumpur itu tahun 2013 dan pada saat kesana tahun ini banyak yang sudah berubah. Kotanya lebih tertata rapi dan transportasinya sudah cukup baik, saya sempat pangling dengan perubahan mereka. Yang dulunya kalo abis liburan kesana saya ogah mau kesana lagi tapi sekarang pengen maen kesana lagi. :-)

Oiya, waktu saya di Kualu Lumpur tanpa sengaja saya ketemu tempat belanja yang cukup murah yaitu didaerah chow kit. Disana tempat jual beli barang-barang yang lumayan murah harganya. Barang yang dijual seperti pakaian, sepatu badminton, tas dan lain-lain. Saya mah cuma window shopping aja, eh ada yang saya beli dinkz yaitu minyak wangi KW yang ukuran kecil karena sudah tanyain harga dan sok - sok nawar sama kakak penjualnya. Udah turun harga terus nggak jadi beli saya jadi nggak enak sendiri.

Di Putrajaya desain gedung - gedungnya bagus banget dan Masjidnya sangat besar. Enaknya lagi Bus untuk keliling disekitaran daerah sana gratis. Banyak Bus yang gratis deh di Malaysia itu, yah namanya juga gretongan pastinya pada desak-desakan dong. #tuing

Sebenarnya saya mau naik bus dari KL Sentral ke Putrajaya tapi karena saya ragu naik bus apakah ada atau tidak. Jadi saya memutuskan untuk naik KLIA Transit ongkosnya RM. 14. Cukup mahal sih harga segitu tapi ya sudahlah...






Yah begitulah cerita liburan saya solo traveling ke Kuala Lumpur. Sampai jumpa dicerita liburan saya selanjutnya... #bhay
  

You Might Also Like

3 comments

  1. Kalau ke KL tu, gak bosan-bosannya lihat bangunan datangan merdeka yang ethnik bangets.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, perpaduan bangunan klasik dan modern...

      Delete
  2. Ah abg rak ajak2, abg ke Kuala Lumpur terakhir tahun 2013 itu kemana aja bg,

    ReplyDelete