Trekking ke Telaga Bidadari

Thursday, May 04, 2017

Di Kota Batam tidak terlalu banyak objek wisata alam yang bisa dikunjungi. Yah, karena kota-nya tidak terlalu besar jadi wajar aja. Tapi, ada beberapa objek wisata yang harus saya syukuri dan lumayan lah buat piknik bareng teman atau keluarga. Salah satunya yaitu Telaga Bidadari. 

Untuk warga kota Batam sebutan Telaga Bidadari itu sangat asing didengar, coba bilang trekking ke Dam Mukakuning atau Dam Pancur pasti banyak yang ngeh. *Ooooo.... Kesana*

Waktu perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke Telaga Bidadari kurang lebih satu jam. Satu jam itu perjalanan yang tidak terlalu banyak istirahatnya. Yah, kalo rombongan kita banyak istirahat dan jalannya santai banget bisa molor waktunya untuk sampai ketujuan. Saya merasakan perjalanan perginya tidak terlalu capek tapi perjalanan pulangnya lumayan capek karena ada beberapa lintasan yang menanjak. Lintasan menanjaknya juga tidak terlalu ekstrem cuma karena saya jarang olahraga aja jadi merasa ngos-ngosan sendiri. :-P

Sudah dua kali saya ke Telaga Bidadari, pertama kesana waktu musim kemarau jadi airnya sangat surut. Yang kedua kalinya kesana waktu musim hujan jadi airnya sangat banyak. Ada 3 lintasan yang harus kita lintasi menyebrangi sungai dan cuma ada jembatan kayu alakadarnya. Waktu musim kemarau tidak ada halangan untuk melintasinya, karena airnya itu masih dibawah kayunya. Eh pas musim hujan kita harus melewatinya dengan air yang cukup tinggi yaitu selutut orang dewasa untuk melintasinya.

Btw, Telaga Bidadari ini bukan lokasi dari cerita legenda yang terkenal yaitu Jaka Tarub. Dimana ceritanya Si Kang Jaka mencuri salah satu selendang dari tujuh bidadari terus pemilik selendang tersebut dijadikan sang istri. Duh Si Kang Jaka usaha untuk mendapatkan istri gitu-gitu amat. Heheheheheee... Tapi ada juga cerita mistis ditempat ini, banyak yang tenggelam didalam Telaga Bidadari saat berenang. Dan alhamdulilah saya dan rombongan tidak terjadi apa-apa saat tiba disana. Saya sarankan kalo belum mahir berenang jangan berenang ke tengah karena telaganya sangat dalam.  

Lintasan jembatan kayu yang pertama sih saya masih bela-belain buka sepatu biar tidak basah. Sudah lintasan kedua dan ketiga ya sudahlah basah aja sepatunya juga nggak apa-apa. Repot juga harus buka sepatu dan pasang lagi. Heheheheheheee.....


Rombongan saya seru juga kemaren, Team Hebring (Heboh Sembriwing). Saya ikut rombongan teman yang saya tahu dari mereka cuma teman saya yang ngajakain trekking ke Telaga Bidadari. Sebut saja namanya Bunga, si Bunga inilah yang ngajakin saya trekking ke sana. Kebetulan saya juga mau kesana tapi tidak tahu mau pergi sama siapa  karena tidak hafal lintasannya. 

Kami janjian jam delapan pagi sudah berada disimpang jalan masuknya. Yah sudah pada tahulah yahkan, watak orang Indonesia yang suka ngaret bingit.  Saya pun cukup tahu diri karena emang nebeng dengan rombongan yang tidak saya kenal jadi saya dan si Bunga sudah berada ditempat yang kami janjikan tepat waktu. 

Saya juga ngajak beberapa teman saya untuk ikut trekking ke Telaga Bidadari barengan dengan teman-temannya si Bunga. Team saya alhamdulilah tepat waktu dan team si Bunga ngaretnya sampe dua jam kami menunggu mereka.  Sekitaran jam sepuluh  pagi baru kita pada ngumpul semuanya. -________-"

Ternyata rombongan si Bunga ini orangnya Hebring banget, perjalanan awal mau ke depan pintu gerbangnya aja sudah pada heboh live streaming buat di media sosial mereka. Dan pastinya pada selfie-selfie-an lah pokoknya, suaranya pun pada ribut. Pada hebring lah... #MeriahEuy

Sebenarnya, kemaren malam saya dapat kabar kalo gerbang lintasan menuju ke Telaga Bidadari ini minggu kemaren sudah ditutup sama perusahaan pengelolaan air bersih kota Batam. Kabar itu langsung saya sampaikan ke Bunga biar dia sampaikan ke rombongannya. Dan saya tidak kasih tahu kabar tersebut ke teman-teman saya karena takut mengecewakan mereka. 

Saya dan si Bunga sudah punya rencana lain kalo gerbang masuknya ditutup kami akan pergi ke pantai yang berada disekitaran Barelang. Agak cemas dengar berita itu, tapi rombongan si Bunga yah mendengarkan kabar itu pada anteng-anteng aja. Mereka tetap mau mencoba untuk kesana, yah kalo besok sudah didepan gerbang disuruh pulang yah kita pada pulang aja. Dan pergi ke tempat lain, tapi alhamdulilah jalannya dibuka dan ternyata yang mau trekking ke sana banyak juga dari rombongan lain.

Kita akan bertemu dan berpapasan dengan rombongan lain, malahan kita pada trekking bareng dengan rombongan lain. Rombongan sendiri mah pada keteteran entah dimana-mana tapi masih tetap dalam jangkauan kita sih. Heheheheheheheeeeee....

Pergi dan pulang trekking tanpa sengaja dengan rombongan ini. Padahal kita tidak saling kenal dan janjian, waktu pulang saya dengan  rombongan si Bunga pisah karena mereka masih mau bermain air lebih lama lagi disana.
Rasanya segar banget mandi di Telaga Bidadari setelah trekking, capek jalannya itu terbayar. Yah, walaupun air terjunnya tidak terlalu tinggi-tinggi banget tapi cukuplah untuk melepaskan lelah...



 

Dan Telaga Bidadari cukup kece waktu musim hujan seperti saat ini... Beda banget waktu musim kemarau, waktu pertama kali saya kesini cuma rombongan saya aja yang berada di Telaga Bidadari dan banyak monyet yang mendekati untuk mencuri makanan kami. #krikkrikkrik





Lintasan ke Telaga Bidadari masih aman dan mudah untuk dilintasi karena tidak ada lintasan yang terjal dan berbahaya. Tapi kita harus berwaspada dan berhati-hati juga karena lagi musim hujan jadi jalannya licin dan becek. Ada tuh rombongan saya yang hebring, temannya jatuh kepeleset bukannya ditolongin tapi diketawain dan jerit-jeritan tak jelas. Huahahahahahaaaa..................




Terima kasih yah buat Bunga dan teman-teman yang lain sudah menjadi teman perjalanan trekking saya ke Telaga Bidadari. Tanpa kalian cerita perjalanan trekking saya tidak akan se-hebring ini... :-)



video

You Might Also Like

6 comments

  1. team nya gak ninggalin sampah disana kan bang ???? tak garuk nanti rame2...

    ReplyDelete
  2. Kalau di foto si bunga itu berada di urutan ke berapa? :D

    Chila udah 4x ke tempat ini Chai. Semenjak orok. Tahun lalu sama tahun ini belum aku ajak ke sana lagi. Padahal pengen buat foto series di kayu tumbang tempat peristirahatan itu.

    ReplyDelete
  3. Wuahahahah, hebring banget yah kak rombonganyah...

    Ternyata ada foto yg barengan ituhh 😅

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Wah seru kapan kapan kalo kesana lagi ajak dani ya bang

    ReplyDelete
  6. rame bener rombongannya. lg banyak air gini foto jadi kece ya

    ReplyDelete