Hai 2016

Wednesday, January 13, 2016

Hai 2016... 

Maafkan saya yang terlambat menyapamu. Saya tidak terlalu berharap banyak terhadapmu, yang bisa saya lakukan hanyalah tetap meneruskan perjalananan kehidupan ini. Iya, tetap meneruskan perjalanan kehidupan ini sampai ketujuan yang ingin saya capai. Walaupun saya suka mengeluh dan berkali-kali berhenti ditengah jalan karena kejenuhan yang saya rasakan. Saya merasakan jenuh untuk meneruskan sebuah perjalanan ini yang tidak menemukan titik terang untuk melangkahkan kaki ini sampai ketujuan. Seolah, perjalanan ini memiliki jarak yang sangat jauh dan berbelok-belok seakan tanpa akhir untuk melewatinya.

Inilah sebuah kehidupan, saya sebagai hamba-NYA yang lemah cuma bisa berencana dan yang menentukan hanya DIA dengan segala ketetapannya. Saya merasakan kehidupan ini seperti sebuah estafet, kita berlari ke depan membawa estafet dari satu titik ke titik berikutnya hingga kita akan berakhir disebuah titik pemberhentian terakhir yaitu sebuah kematian.

Saya merasa lelah... Lelah ketika kaki ini untuk terus melangkah sampai ketujuan yang saya inginkan. Oh TUHAN, entah seberapa jauhnya lagi jarak yang harus saya tempuh dalam perjalanan ini ?.

Hanya satu yang membuat saya bertahan untuk melanjutkan perjalanan ini... Yaitu sebuah mimpi. Saya memilki mimpi yang begitu indah, walaupun dalam mewujudkannya tak seindah yang diharapkan. Beribu - ribu kali saya harus terjatuh untuk menggapainya. Rasa sakit itu pun tidak bisa saya rasakan lagi karena sudah mengalami berbagai rasa sakit membuat saya kebal.

Itulah sebuah proses kehidupan yang harus saya jalani...

Selamat melanjutkan perjalanan kehidupan ini Chai.




    

You Might Also Like

4 comments

  1. Tumben galau. Perlu obat galau nggak Chai? *sodorin tiket :D

    ReplyDelete
  2. Heheheheheee... No galau = no gahol. #jleb

    ReplyDelete
  3. Beribu ribu Kali jatuh? Kok g ada lukanya bang?

    ReplyDelete