Cerita yang terlewatkan

Monday, January 27, 2014

Seperti biasa, saya akan kepo2an tentang pilem. Kali ini  saya akan menulis review pilem2 yang telah saya tonton dibulan januari 2014 ini. Dari beberapa pilem yang saya tonton, saya pilih 5 pilem untuk menulis reviewnya. *disimak yah mentemen*

1.       Tenggelamnya kapal  van der wijck (2013)


Saya suka dengan pilem ini, mulai dari wardrobe  yang mereka pakai, properti, akting para pemainnya, sinematograhpy, skenario dan  soundtracknya. Semua melebur menjadi satu mahakarya yang indah dan megah. Durasi pilemnya lumayan cukup lama, tapi saya tidak merasa bosan duduk didalam bioskop utuk menyaksikan pilem ini sampai dipenghujung cerita. Akh, ceritanya roman picisan banget…

Jujur, saya belum pernah membaca novelnya sama sekali. Jadi tidak bisa membandingkan bagusan mana ceritanya didalam novel atau dipilemnya. Sangat kelihatan sekali bahwa budget untuk pembuatan pilem ini begitu fantastis jumlahnya. Kasihan Pak produsernya pasti cenat cenut apakah pilem ini akan kembali modal ???. Heheheheheeee….. #OOT

Btw, adegan yang masih terngiang dibenak saya sampai saat ini adalah ketika Zainudin mengutarakan sakit hatinya  kepada hayati diperapian. Akting si junot sangat bagus banget  dan pengucapan dalam dialognya juga begitu indah.
"Demikianlah perempuan, ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walau pun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya." 

Satu kata buat pilem ini yaitu megah.


2.       The secret of life walter mitty (2014)


Pilem yang disutradarai dan dibintangi oleh Ben Stiller ini sangat menarik perhatian saya. Saya sangat suka dengan jalan ceritanya, walaupun sebagian orang pasti akan bosan untuk menontonnya.

Walter Mitty (Ben Stiller) adalah seorang manager editor photo dimajalah LIFE. Sedangkan Sean O'Connell (Sean Penn) adalah sang Photographer lapangan. Jadi, photo-photo hasil jepretan O’Connell akan diseleksi oleh Walter untuk dijadikan Cover depan Majalah LIFE yang akan segera dicetak. Walaupun mereka berdua sudah bekerja sama cukup lama dimajalah LIFE, tapi mereka belum pernah bertemu dan bertatap muka langsung.

Majalah LIFE akan berahli ke majalah digital, untuk percetakan edisi terakhir majalah LIFE. O’Connell sudah mengirimkan klise photo ke Walter, tapi ada satu klise photo yang hilang dan klise photo tersebut akan dijadikan Cover depan Majalah LIFE edisi terakhir. O’Connell ini orangnya masih klasik, maksudnya dia tidak suka memakai telpon genggam dan kamera yang dia gunakan bukan kamera digital tapi yang masih pake klise photo.     

Si Walter merasa susah untuk menghubungi O’Connell buat menanyakan keberadaan klise photo tersebut yang hilang. Jalan satu-satunya untuk menemukan keberadaan O’Connell adalah dengan menelusuri hasil jepretannya yang terakhir.

Dimulai lah petualangan seru si Walter, biasanya dia hanya duduk didalam ruangan dan menyeleksi photo-photo hasil jepretan O’Connell dan tidak pernah merasakan petualangan atau kejadian sebenarnya yang dialami oleh sang Photographer. Tapi kali ini dia merasakan sensasi petualangan itu.

Sinematograhpy dan pemandangan lokasi syutingnya bagus…

Photo apa yang akan ditampilakan untuk Cover depan majalah LIFE edisi terakhir ??? *Hhhmmmm….. Kasih tahu nggak yah ?!*

"To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other, and to feel. That is the purpose of life."

"Beautiful things don't ask for attention."

Film dengan jalan cerita yang menarik.
  
3.       Cinta dalam kardus (2013)


Pilem ini sangat kreatif dalam penceritaanya. Raditya Dika dan Salman Aristo berhasil membuat pilem ini sangat menarik untuk disaksikan. Ceritanya mengalir begitu saja dan sederhana. Saya pun terhibur dengan alur komedi yang berada didalam ceritanya.

Sayangnya, saya menyaksikan pilem ini bukan dibioskop tapi di youtube. -___-“ *maap, kemaren tidak sempat menontonnya dibioskop karena keburu lenyap diperedaran*

Saya gregetan ato gemes banget sama mbak abege dan mas abege yang didalam café itu. Tapi begitulah anak muda jaman sekarang, baru pacaran aja panggilannya sudah ayah dan bunda. #tekdungces

Ya sudahlah, nggak usah dibahas panjang lebar ceritanya. Silahkan dinikmati aja hiburannya…
"Cinta layaknya bajaj. Hanya Tuhan dan sopirnya yang tahu kapan bajaj itu akan belok. Sama seperti cinta, hanya Tuhan dan pasangannya yang tahu kapan cinta dapat berubah arah."
4.       Love sick (2014)


Akhirnya, kesampaian juga menonton pilem drama komedi Thailand di Blitz theatre. Sumpah nih pilem bikin ngakak para penonton khususnya saya. Kalo kalian sudah pernah menonton pilem drama komedi Thailand yang berjudul “Hello Stranger”, nah “Love Sick” ini ceritanya hampir sama dengan “Hello Stranger”. Intinya sepasang muda mudi yang sedang melakukan travelling ke negeri tetangga dengan kekonyolan mereka. Akh, kekonyolan mereka berdua itu dudul banget…

Oiya, pemeran utama dipilem Thailand itu selalu yang cakep2 dan enak untuk diliat. Tapi beneran lho kalo mereka itu Cuma enak untuk diliat doang, soalnya kalo mereka sudah ngomong langsung ilfil… *suaranya cempreng dan tidak enak untuk didengar* #heheheheheheee

Tapi beneran juga lho, pilem ini sangat lucu dan menghibur. Walaupun jalan ceritanya agak lebay…

*direkomendasikan banget buat ditonton*

5.       Incendies (2010)


Pilem yang sangat memilukan…

Setelah kematian sang ibu (Nawal Marwan), anak kembarnya Jeanne Marwan dan Simon Marwan mendapat surat wasiat dari ibunya untuk bisa menyerahkan surat yang telah ibunya buat kepada abang dan ayah kandung mereka. Sebelumnya mereka tidak tahu bahwa ternyata mereka memiliki abang dan ayah kandung yang masih hidup.

Sang ibu merahasiakan masa lalunya yang kelam… Dalam masa-masa pencarian sang abang dan ayah kandung mereka itulah bahwa si Jeanne dan Simon tahu bahwa kehidupan  masa lalu sang ibu begitu kelam dan menyedihkan.

Tidak banyak yang akan saya bahas cerita dipilem ini karena bisa menjadi spoiler.

*jadi tidak tega untuk menyaksikan pilem ini lagi…*

"One plus one, does it make one?"

You Might Also Like

0 comments