Luntang - Lantung Di Negeri Orang (Malaysia) Part 2

Thursday, August 29, 2013

*sambungan cerita dari postingan sebelumnya, ceritanya si chai sudah tiba dipelabuhan Stulang Laut - Johor Bahru*

Kami melewati imigirasi Malaysia dengan lancar....

Pelabuhan Stulang Laut ternyata dekat sama Mall, Hotel berbintang, Pujasera dan Hiburan malam. Dari pelabuhan ke Terminal Larkin kami pergi menggunakan Taxi. Nah, taxi di Malaysia itu sama dengan taxi di Indonesia. Kalo kita mau pergi menaiki taxi, harus tawar menawar dulu masalah ongkosnya. Banyak supir taxi disana (Malaysia) memberikan tarif ongkos yang tinggi bagi para pelancong. Kalo membaca blog teman2 yang melancong ke Malaysia dari Pelabuhan Stulang Laut ke Terminal Larkin kena biaya RM. 20 sudah lumrah. Dan kami pun kena ongkos degan harga segitu juga. Eh tapi, waktu kami mau pulang ke Batam. Ongkos dari Terminal Larkin ke Pelabuhan Stulang Laut cuma kena RM.10. #tepokjidat

Tips:

Pandai2lah tawar menawar masalah ongkos taxi. Jangan langsung mudah mengiyakan dan menaiki taxi-nya dengan ongkos yang disebutin sama supir taxinya. Harus bernegosiasi dulu, kalo sudah mentok mencari beberapa taxi tapi ongkosnya sama. Berarti harga ongkosnya memang segitu. Karena tidak ada patokan tarif taxi disana, tergantung negosiasi kita sama supir taxinya. Saya sarankan lebih baik naik bus karena ongkosnya pasti lebih murah.

Setelah sampai di Terminal Larkin kami langsung disambut oleh para calo penjual tiket bus. Harga tiket dari Terminal Larkin - Johor Bahru ke Kuala Lumpur RM.35. Padahal diloket penjual tiket busnya tertera RM.31, kami tidak sempat lagi bertanya ke loket karena sudah termakan isu mulut dari para calo, mereka bilang nanti harganya juga sama menjadi RM 35 setelah ada penambahan biaya ini itu... *Allahualam*

Tanpa berpikir lama kami langsung mengikuti calo itu untuk langsung masuk ke dalam bus dan beli tiket sama dia.

Oiya, kami baru sampe di Pelabuhan Stulang Laut dari Batam jam dua siang dan sampai di Terminal Larkin jam setengah tiga sore. Bus yang kami tumpangi  mau ke Kuala Lumpur bertingkat 2, kondisinya sih nyaman tapi cuma kurang bersih aja karena banyak bungkus makanan dan botol minuman yang masih tersisa dari penumpang sebelumnya.

Jam tiga sore baru busnya berangkat, sang supir sempat mengisi BBM cukup lama... Setengah jam kami harus menuggu didalam bus. 

Akh, akhirnya busnya pun berjalan lagi... :-)

Kalo mau menghitung-hitung berapa lama perjalanan kami dari Terminal Larkin ke Kuala Lumpur, saya sih dah malas menghitungnya. Soalnya, saya sudah bosan banget didalam Bus karena dari tadi sore kami belum sampe ketujuan... Tahu-tahu udah malam aja. -___-"

Tapi lumayan dapat menyaksikan pemandangan kota dimalam hari...

Tadaaaaaa........... *Si chai dah sampe ditujuan (Terminal Puduraya - Kuala Lumpur)*



Baru turun dari Bus aja kami sudah disamperin sama segerombolan manusia yang mengaku masih menjadi mahasiswa, terus katanya kita hanya tinggal nulis diform yang mereka sediain tanpa kasih uang ato fee. Eh, ujung2nya minta uang RM.10 / RM.20 buat beli gantungan kunci yang mereka bawa. *jebakan batmen*

Untung aja waktu disuruh tulis uang sebesar RM.10 / RM. 20 diform mereka langsung saya tolak untuk menulis uang sebesar itu. Eloh.... Guweh.... End. *kami langsung buru2 meninggalkan segerombolan manusia-manusia penipu itu*

Waktu sudah semakin malam sedangkan kami belum tahu keberadaan tempat penginapan kami. Teman saya sudah membooking penginapan di Pondok Lodge - Bukit Bintang dengan type kamar dormitori melalui website agoda. 

Dia sudah nge-print Map penginapannya dari arah Puduraya. Jadi, membuat kami seperti lagi jadi peserta direality show Amazing Race untuk mencari alamat penginapannya. Pastinya dong dengan dilantunkan lagu alamat palsu ayu ting-ting sebagai backsound-nya. *Dimana... Dimana... Dimana... Ku harus mencari dimana...*

Ternyata yah SODARA-SODARA... Penginapan kami itu terletak tepat didaerah hiburan malamnya Bukit Bintang. Jadi, penginapannya itu berupa Ruko tingkat empat. Lantai 1 dan 2 dijadikan sebagai tempat cafe, sedangkan lantai 3 dan 4 -nya sebagai penginapannya. Dan sialnya lagi, petugas penginapannya itu tidak mengecek kalo kami sudah booking penginapan ditempat mereka secara online.

Setelah liat hasil bookingan kami secara online yang diprintkan oleh teman saya. Baru lah mereka berembuk untuk menempatkan kami akan menginap dikamar mana. Soalnya, kamar mereka semuanya sudah penuh. Dan untuk kami mencari penginapan lain juga sudah tidak mungkin karena sudah larut malam.

Hasil rembukan mereka, kami ditempatkan satu kamar... WHAT ??? *si chai sok2 muka terkejut*

Padahal teman saya pesan kamar yang type dormintori juga. Jadi satu ruangan kita akan tidur dengan beberapa orang ditempat tidur masing2. Itu pun yah... Kamar yang kami dapat adalah kamar salah satu petugas Pondok Lodge-nya. Dikamarnya cuma ada double spring bed dan ditambah single spring bed untuk 4 orang. Ya sudahlah mau gimana lagi coba... Terima nasib saja.

Didalam kamar kami hanya sebentar, hanya untuk meletakkan ransel dan merebahkan badan sebentar karena sudah cape berjalan kaki tadi untuk mencari lokasi penginapannya dari Terminal Puduraya. Lokasi penginapannya cukup jauhlah... Dipenginapan itu pun kita harus kasih uang deposit sebesar RM.50, kalo sudah check out uang depositnya dikembalikan ke kita lagi.

Untuk mengomentari penginapannya, menurut saya... Tidak terlalu nyaman sebab masih terdengar suara musik diluar sana yang keras dari dalam kamar. Dan dari kamar sebanyak itu dalam satu baris cuma memiliki 2 kamar mandi. Pintu kamar mandinya pun sudah amburadul ato rusak (cuma bisa ditutup alakadarnya saja). 

Tips :

Carilah penginapan yang nyaman... Kalo mau pesan secara online melalui agoda, wajib dibaca komentar dari pengunjung yang pernah menginap disana. Jangan asal murah langsung dipesan, alhasil yah cuma bisa mendumel menerima kenyataannya saja. Penginapan yang nyaman itu sangat penting bagi saya, karena kita bisa mengistirahatkan tubuh kita secara total untuk memperbarui energi yang telah kita pakai.

Setelah meletakkan ransel dan rebahan badan kami sebentar didalam kamar. Kami langsung mencari makan diluar. Disekitaran didaerah penginapan kami memang tempatnya hiburan malam Bukit Bintang. Banyak cafe2 yang berjualan minuman beralkohol dan pengunjungnya kebanyakan bule2 yang entah dari negara antah barantah mana mereka berasal. 

Hati kecil ini sedih karena waktu itu masih dalam suasana lebaran kedua. Saya melihat keadaan disekitar yang hingar bingar tanpa tentu arah. Mereka tidak menghormati perayaan Hari Raya Idul Fitri... Padahalkan, negara Malaysia bisa dibilang negara islam juga. Yah, cobalah pemerintahan setempat untuk memerintahkan tempat2 cafe itu ditutup selama 2 hari saja.

Kami mencari makan dijalan alor, tidak ada yang special yang kami makan cuma pesan mie goreng, nasi goreng dan mie tiauw goreng. Minumannya juga es teh...

Jiwa dan batin saya harus bisa cepat2 beradaptasi dengan keadaan sekitar. Masih berasa kikuk aja melihat pemandangan hiburan malam disekitar bukit bintang. -_____-"

Mau tidak mau, saya harus menikmati proses perjalanan ini... :-) #keepsmile

Didalam kamar penginapan pun kami tidak bisa langsung tidur, walaupun badan sudah cape dan penat. Suara musik di pub ato cafe diluar sana masih terdengar kencang. Karena nggak bisa tidur juga, kami malah sibuk mengintip dari jendela kamar melihat pemandangan hiburan malam disekitar. Untung aja, kamar kami jendelanya menghadap ke jalan besar jadi lumayanlah buat cuci2 mata. #jleb

Dan anehnya lagi banyak lho anak2 kecil yang masih dibawah umur jualan setangkai bunga-bunga plastik dikawasan bukit bintang. Padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam... Malam itu, kami juga dihiburkan oleh adegan bule2 yang berkelahi ditepi jalan. Satu orang dikeroyok beberapa orang tanpa belas kasihan. Sudah dipisahin tetap aja tuh orang pada dipukulin, tidak tahu masalahnya apa. Tiba2 langsung adegan kejar2an dan baku hantam. Mungkin dah pada mabok tuh bule.

Ada juga lho dimalam itu, seorang biksu yang jualan duduk ditengah jalan. Kalo ada mobil lewat pasti biksu itu ketepi, tapi kalo sudah sepi jalannya yah tuh biksu duduk lagi ditengah jalan. #hadeh

Mau mendekati subuh dan suara musik diluar sudah sayup2 tak terdengar lagi baru kami semua bisa tidur dengan nyenyak. Rencananya, besok pagi kami mau jalan2 ke Batu Cave dan Genting.

 - Hari Kedua, Sabtu (10/08/2013)

Sebenarnya kami adalah tamu illegal dipondok lodge, petugasnya kemaren sudah berjanji ke kami kalo kami akan ditransfer ke penginapan punya temannya. Akibat kamar ditempat mereka sudah penuh. Katanya lagi, kami tidak perlu membayar lagi untuk pentransferan kamar. Tapi, kami sudah berdiskusi bahwa kami tidak mau mengambil tawaran penginapan yang mereka kasih. Mending kami mencari penginapan lain dan biarkan sekali jalan ketempat yang lain daripada harus balik lagi dikawasan itu.

Agenda hari ini kami mau ke Batu Cave dan Genting... Dan dengan songong-nya kami rencananya mau menginap dihotel kawasan Genting. Tahu nggak sih, padahal kami tidak tahu lho kawasan hotel Genting itu seperti apa. Soalnya, kami semua belum ada yang pernah pergi ke Genting.

Dan bagaimana perjalanan kami dihari kedua... 

*To Be Continued*

Jalan alor dibukit bintang
*Padahal jalannya padat merayap, tapi disempat2in sama kami untuk bernarsis ria *

Pagi hari dibukit bintang

You Might Also Like

2 comments

  1. wahh padahal kalau di cek sebelum datang ke penginapannya pasti kebagian kamar ya..

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete