Orang Miskin Dilarang Kawin

Wednesday, July 24, 2013


Kumpulan cerita di buku ini membuat pola pikir saya tentang menikah berubah dratis. Sebelumnya, bayangan saya tentang menikah itu harus punya rumah dulu, pekerjaan tetap, punya ini itu atau harta begono - begini, yang jelas harus mapan lah dalam financial baru pede melamar anak gadis orang.

Dan yang lebih parahnya lagi bayangan saya tentang menikah itu adalah harus dirayakan dengan pesta. Pengalaman dari kakak / abang saya atau teman-teman saya yang sudah menikah, mereka bisa menghabiskan uang diatas 20 juta untuk acara resepsinya. Mendengar berita itu langsung mental saya down, dapat duit darimana coba saya bisa mendapatkan duit sebanyak itu. Bisa sih ngumpulin duit segitu dengan menabung, tapi harus menunggu beberapa tahun lagi terus keburu harga barang-barang naik.Yah, sama juga bohong kan... -___-"

Kekhawatiran saya terhadap menikah sedikit lebih lega setelah baca buku ini. Apakah iya, kita menikah harus mengadakan resepsi yang luar biasa. Kalo iya, sampe tua saya tidak bakalan menikah dong. Hanya sibuk menabung duit buat resepsinya aja. 

Menikah itu kan ibadah, lagi pula dalam agama yang saya anut juga tidak mempersulit untuk menikah. Asal kita sudah termasuk dalam katagori rukun dan syarat2 nikah, yah berarti kita sudah bisa menikah. Membuat resepsi pernikahan yang besar2an juga tidak wajib hukumnya. Itu tergantung pihak penyelenggara ajah... #eaaa

Kalo saya pribadi pengen resepsi pernikahan yang sederhana saja. Tidak lah harus yang gimana-gimana resepsinya, yang penting dalam pengucapan ijab qabul-nya lancar total. :-)

Kembali lagi ke cerita bukunya....

Pokoknya, buku ini memotivasi / mendorong yang belum menikah karena takut akan biaya ini itu untuk segera menikah. Nggak usah takut / cemas kalo kita menikah beban hidup akan menjadi bertambah. Bukannya, setiap orang memilki rejekinya masing-masing. Nah, otomatis rejeki makin bertambah dong setelah menikah... Karena rejeki Suami ditambah lagi rejekinya si Istri, apalagi ditambah rejeki si Anak. :-)

Gaya tulisan dibuku ini juga nyantai dan komedi. Jadi, saya membaca buku ini terasa tersindir sambil nyengir... :-D

Selamat Menikah... #nahlho

You Might Also Like

2 comments

  1. Wkkkk.. tunggu apa lagi.. pergi lah ke kantor KUA..
    menjalankan ibadah.. ayooo Chai bisaaaa.. #eeeaaa

    ReplyDelete
  2. Ternyata, menikah bukan hal yang 'menakutkan', Kawan!

    ReplyDelete