Celoteh Random

Monday, June 18, 2012


Haiyyyaaaaa,,,,,,,,, ternyata harga DVD bajakan di batam sudah pada naik 50%. Jadi, satu keping DVD dijual dengan harga Rp.15.000. Kalo dipikir-pikir nggak ada sih factor yang harus menaikkan harga tuh barang untuk dijual, seharusnya mereka menurunkan harga daripada harus menaikkannya.

Coba deh toke DVD bajakan itu berpikir, sekarang jamannya dah canggih chuy… Sudah banyak orang yang bisa mengakses internet dengan gratis, malahan keberadaan warnetpun terancam. Dulu, harga mau akses internet diwarnet cukup muahal perjamnya. Sekitaran Rp.6000/jam, waktu jaman gue masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dan sekarang Cuma Rp.3000/jam.

Nah, pastinya dengan mengakses internet kita bisa download pilem dengan gratis dunkzzzzz… 

Terus, kenapa harga DVD bajakan harus naik ? *tanyakan pada rumput yang bergoyang*


Dan yang paling gue sebel di acara kepotaiment (infotaiment) berita tentang si brondong yang notabene penyanyi dangdut menikah sama si janda yang kaya raya. Setiap hari diberitakan kehidupan rumah tangga mereka yang tidak penting, selalu diliatian rumah mereka yang megah bak istana boneka.  -__-“

Dan yang apesnya lagi, tuh acara kepotaiment disetiap saluran televisi Indonesia selalu ada. Malahan  disiarkan dalam 3 kali sehari (pagi-siang-sore), dan mereka sering memiliki berita yang sama, yang lagi hot-hotnya berita tentang kisah si berondong  diatas tadi.

Emang sih gue suka liat2 juga acara kepotaiment tersebut secara sekilas, tapi gue liat topik beritanya tentang apa dulu. Kalo masalah peluncuran pilem, syuting pilem atau berita yang berbau dunia perpileman. Gue lebih tertarik untuk meyimaknya daripada kehidupan si artis yang tidak penting.


Waktu gue dan teman gue lagi makan di warung pinggir jalan, kami dihampiri oleh 3 orang wanita yang lagi mencari nafkah dengan cara mereka sendiri-sendiri. Pertama, kami dihampiri oleh wanita setengah baya yang bermata sipit. Dia menawarkan kami makanan ringan yang bungkusannya sudah lecek dan tidak pantas untuk dijual lagi. Otomatis, kami langsung menolaknya dong… Tapi dia tetap ngotot untuk kami membelinya, dengan taktik dia berdiri disamping kami cukup lama. Akhirnya, tuh orang pergi juga…

Yang kedua, kami dihampiri oleh wanita yang sudah cukup tua dengan memakai jilbab dan menenteng ember kecil ditangannya. Dan menyodorkannya ke kami untuk mengisi ember tersebut dengan selembaran uang dengan jumlah sukarela. Gue berpaling dan teman gue yang merespone wanita tua tersebut. Setelah dikasih uang sama teman gue, tuh orang bilang terima kasih dan langsung pergi.

Nah, wanita ketiga yang menghampiri kami ini yang menurut gue sangat special dalam mencari nafkah. Awalnya, keberadaan dia menghampiri kami dengan basi basi BLA BLA BLA… Nggak gue respone, cuma anggap sepintas lalu. Pikiran gue, paling sama kayak wanita yang kedua tadi.

Ternyata, dari awal dia menhampiri kami dengan basa basi yang tutur katanya dengan sopan. Kira-kira begini percakapannya:

Ibu itu : “Permisi, ibu cuma mau minta sedekah dari kalian”
Teman Gue: “Ibu mau makan ?”
Gue: *buang muka *
Ibu itu : “nggak nak, alhamdulilah ibu sudah makan tadi dan sudah kenyang. Ibu Cuma mau minta sedekah aja dari kalian. ”
Teman Gue: “Kalo ibu mau makan, duduk disini disamping saya. Nanti, saya pesanin”
Gue: *masih tetap berpaling dan tidak berani meliat muka ibu itu*
Ibu itu : “Tidak nak, terima kasih”
Teman Gue: *dengan suara pelan tanya ke gue* “kau ada duit kecil ?”
Gue: *mengangguk*
Teman Gue: “kasihlah…”
Gue: *keluarin dompet dan memberi ibu itu uang*
Ibu itu : “Terima kasih nak. Maaf, kalo ibu boleh Tanya. Apakah kalian muslim ?”
Gue : “saya yang muslim, kalo dia tidak” *sambil nunjuk ke teman gue*
Ibu itu : *ibu itu langsung mengangkat kedua tangannya, dan mulutnya komat-kamit mendoakan kami *
Gue : *mengangkat kedua tangan dan ikut mengamini doa ibu tersebut*
Teman Gue: *Ikut berdoa dengan menyatukan jari-jari kedua tangan mengepal secara berdoa dalam agama kristen*

*setelah ibu itu selesai mendoakan kami, diapun pamitan untuk pergi*

Nah, yang membuat gue terkesan adalah ibu itu mau memberikan timbal balik kepada orang yang telah memberikan dia sedekah. Walaupun Cuma doa, tapi dia mau berdoa dengan ikhlas untuk kita…
Gue baru pertama kali dihampiri orang yang minta sedekah seperti itu.


Waktu itu begitu cepat berlalu tanpa kita sadari, tak terasa sudah dipertengahan bulan juni. Dan gue masih belum dapat pekerjaan alias menganggur dari awal bulan maret kemaren sampai sekarang. Mengikuti test atau interview dari berberapa perusahaan sudah dijalani, Cuma belum rejekinya kali yah. Mereka belum memberikan kabar selanjutnya untuk test tahap berikutnya.

Semoga awal bulan ini (juli) ato secepatnya dapat peruntungan baru buat gue. Amin… *wish me luck*      

You Might Also Like

0 comments