Liburan Ekspress Ke Pulau Bintan

Tuesday, April 26, 2011

Part 1

Pulau Bintan letaknya tidak jauh dari Pulau Batam. Transportasi yang kita gunakan dari Pulau Batam ke Pulau Bintan menggunakan Kapal Ferry atau kapal ro-ro <bisa bawa kendaraan pribadi>. Berhubung aku ke pulau Bintan bawa motor, jadi aku harus menaiki kapal ro-ro.

Harga tiket tidak terlalu mahal untuk kesana. 1 Buah Sepeda Motor + 1 Orang dikenakan biaya Rp.39.000 sekali jalan. 


Banyak objek wisata alam yang menarik di Pulau Bintan. Tapi sayang aku belum sempat berjalan – jalan kesana. Terkendala oleh masalah transportasi dan pengetahuan tentang tempat objek wisata di Pulau Bintan. Ada salah satu tempat objek wisata yang terkenal oleh turis mancanegara dan kurang famous oleh turis domestik yaitu LAGOI.

Dari Pulau Batam ke Pulau Bintan kalo kita menaiki transportasi kapal ro-ro, kita akan berlabuh di pelabuhan Tanjung Uban. Dari Tanjung Uban inilah kita bisa pergi ke Lagoi, Kijang, Tanjung Pinang dan daerah – daerah sekitar melalui jalan darat.

Banyak juga hotel atau wisma yang berada di Tanjung Uban. Jauhkan pikiran anda kalo aku menginap di Hotel atau wisma yang mewah, berhubung aku punya teman di Lobam, So pasti dunkz menginap di kos-kosan dia. Hahahaha…. *Biar Hemat*

Aku pergi ke Pulau Bintan Hari Jumat (22-04-2011) dan mengambil trip terakhir yaitu jam 16.30. Sekarang, jadwal keberangkatan kapal ro-ro sudah 3 trip. Pagi – Siang – dan Sore.

Jujur, aku belum pernah menaiki kapal ro-ro dan pergi ke Tanjung Uban sebelumnya. Hanya modal nekad dan keberanian aja untuk bermain kesana. Yang jelas kalo kita mempunyai niat yang kuat pasti hambatan yang menghadang akan terkalahkan. Hehehehe…..

Sebelum ke TKP aku sudah membuat janji sama temanku yang tinggal disana untuk menjemputku dipelabuhan Tanjung Uban. Dan lama perjalanan yang ditempuh cuma 1 jam.

Di dalam kapal ro-ro selama perjalanan penumpang diiringi lagu Indonesia yang super duper mellow yang pernah hits diacara musik setiap pagi di tv. Dan akhrinya sampe juga aku dipelabuhan Tanjung Uban.

Waktu sudah mau menunjukkan sholat maghrib, maka kami putuskan untuk langsung ke tempat kos – kosan temanku yang terletak di daerah Lobam.

Antara Lobam dengan Tanjung Uban tidak terlalu jauh, hanya hitungan puluhan kilo meter aja kita sudah sampe disana. Pulau Bintan masih jauh dari hingar – bingar atau  megahnya kota – kota metropolitan di Indonesia. Transportasi umum aja susah betol, kita harus memiliki kendaraan pribadi baru bisa leluasa berpergian keluar rumah.

Malamnya aku diajak sama temanku ke Kawasan Industri Lobam. Kawasan Industrinya sama seperti di Kawasan Batamindo Muka Kuning Batam. Bentuk bagunanan dormitory, food court dan PT-nya sama seperti Batamindo. Kalo Kawasan Industri Batamindo memiliki beberapa pintu untuk keluar masuk kendaraan. Sedangkan di Lobam hanya satu pintu masuk dan keluarnya.

Dan lebih seremnya lagi, jalan menuju ke Kawasan Industri Lobam tidak memiliki lampu penerangan jalan. Memang sih lampu penerangan jalan jarang sekali kita lihat yang nongkrong ditepi jalan. Hanya tempat – tempat tertentu saja yang dipasang lampu jalan. Kawasan Industri Logam ini masih dikelilingi oleh hutan.

Setelah selese berkeliling di Kawasan Industri Lobam bersama temanku. Maka kami main ke Pelantar dekat pelabuhan Tanjung Uban. Ada sekelompok orang yang lagi bermancing ria untuk menghabiskan waktu malam. Memang tempat ini sangat sepi dari keramaian hingar-bingar kota.

Habis itu kami pulang ke kos-kosan. Rencananya besok aku mau bersepeda ria dan ke Tanjung Pinang dari Tanjung Uban naik BUS.

***
What…… Sudah jam 9 pagi. Waduh, rencana mau bersepeda ria gagal total. Tunggu pagi besok untuk bersepeda. Hiks…. Padahal memang sudah direncanain untuk bersepeda ria tapi dengan bangun kesiangan begini, apa boleh buat.

Akan tetapi rencana ke Tanjung Pinang masih terkejar. :-)

Bergegaslah aku mandi dan bersiap – siap untuk ke Tanjung Uban. Naik ojek dari tempat kos – kosan temanku ke Tanjung Uban seharga Rp.10.000 <cukup mahal>. Sebelum naik Bus aku sengaja untuk hunting kuliner dulu di Tanjung Uban.

Akhirnya aku mencoba untuk memakan “Young Tahu”. Padahal belum pernah makan sebelumnya. Dan membaca atau mendengarkan namanya aja baru sekali pada saat itu.



Kalo masalah rasa… Hmmmmm…. Lumayan enak. Mungkin masih terlalu asing di perutku makanan ini. Maka sempat membuat perutku sakit. Harga satu porsi “Young Tahu” ini sebesar Rp.15.000.

Masalah perut sudah beres, maka tinggal menunggu Bus untuk berangkat ke Tanjung Pinang. Bus yang berangkat ke Tanjung Pinang mangkalnya di depan Bank mandiri Tanjung Uban. Waktu aku sudah selese makan ada satu Bus yang lagi mangkal untuk menunggu penumpang.

Eng… Ing… Eng… Aku jadi orang pertama yang masuk kedalam Bus. Padahal pengen jadi penumpang terakhir yang masuk, soalnya tinggal berangkat…


Menunggu… Menunggu dan Menunggu… Supirnya sengaja tidak mau terburu-buru untuk berangkat karena harus menunggu beberapa penumpang lagi biar tidak rugi. Sodara – Sodara !!! Hampir 2 jam aku menunggu didalam Bus. Itupun hanya delapan orang yang terkumpul. *Kasian Supirnya*

Ongkos untuk berangkat ke Tanjung Pinang seharga Rp.15.000. Murah ato mahal ya… ?!. Soalnya perjalanannya cukup jauh ditempuh. Kira – kira ratusan kilo meter untuk sampai disana. Kalo dihitung pake waktu hampir 2 jam diperjalanan untuk sampe di Terminal Bus Batu Sepuluh  Tanjung Pinang. 

Bus pun Berangkat….

BERSAMBUNG…

You Might Also Like

4 comments

  1. bersambung pulak si chae ni...bikin penasaran..(lai su)

    ReplyDelete
  2. nth ni kapan sambungannnya hehehe

    ReplyDelete
  3. @sunan -> Iya, nan kalo dilanjutin nanti orang malas baca karena kebanyakan. Hohhoooo....

    @agus -> Tunggu Ahmad Dhani tumbuh rambut. Uhuk...

    ReplyDelete