Perjalanan Ke Negeri Seberang (Part 4)

Saturday, March 19, 2011


Part 4

Malam sudah semakin larut dan waktu hampir mendekati pergantian tahun. Kami pun telah bersiap untuk menyaksikan kegemerlapan Kembang Api pergantian tahun dengan menaiki MRT dari Station Paya Lebar ke Station City Hall.

Jalan raya kelihatan ramai dengan orang – orang yang sibuk hilir mudik untuk  merayakan pergantian tahun. Waktu kami keluar dari pintu penginapan, di area sekitar juga sudah ada beberapa sekelompok orang yang merayakan pergantian tahun. Padahal belum waktunya.

Dengan jalan tergesa – gesa kamipun berjalan menuju ke Station MRT Paya Lebar. Seperti biasa di Station MRT sudah banyak penumpang yang lagi menunggu MRT. Mungkin mereka tujuannya sama seperti kami untuk menyaksikan Kembang Api pergantian tahun di pusat kota Singapore.

Semakin liar lah imajinasiku tentang Kembang Api Tahun Baru Di Negeri Seberang ini. Rasa penasaran yang semakin kuat sehingga membuat hati ini gelisah. Aku mencoba untuk mem-flashback ingatanku tentang malam pergantian tahun yang telah berlalu sebelumnya. Biasanya aku hanya bisa menyaksikan Kembang Api Negeri Seberang dari atas bukit di tempat tinggalku di Batam.

Ditempatku memang kelihatan cukup jelas Kembang Api pergantian tahun di Negeri Seberang. Tapi kelihatan sangat kecil, walaupun begitu keindahan dan kemeriahaan Kembang Api itu sangat elok dilihat mata.

Dengan latar belakang langit yang berwarna hitam dan dihiasi kegemerlapan Kembang Api begitu sangat indah. Sehingga membuatku bertekad dalam hati bahwa suatu hari nanti aku akan berada disana dan menyaksikan Kembang Api itu dari dekat. 

Dan di malam pergantian tahun ini, aku sudah berada di Negeri Seberang. Sebentar lagi hanya tinggal hitungan beberapa menit kedepan aku akan menyaksikannya.

Wow, di Station MRT City Hall ternyata sudah padat dengan penumpang yang hilir mudik turun dari MRT menuju ke pintu keluar Station MRT City Hall. Dengan sesak dan padat dalam keramaian, kami berdua mencoba untuk mengikuti arus. Terlihat olehku, ada  beberapa Polisi yang sedang berjaga – jaga di Station MRT untuk mentertibkan arus penumpang.

Di koridor jalan raya banyak di padati dengan orang – orang pejalan kaki. Aku melihat jam ditangan kiriku, pukul sudah menunjukkan 11:40 waktu Singapore. Berarti tinggal 20 menit lagi pertunjukkan Kembang Api-nya.

Polisi setempat dengan sibuknya mengatur lalu lintas dijalan raya. Sebab para pejalan kaki yang mau menyeberang ke lapangan tengah kota begitu ramai sama dengan kendaraan  dijalan raya.

Akhirnya, kami pun sudah berkumpul dengan kerumuanan orang – orang yang sedang menunggu pertunjukkan Kembang Api pergantian tahun. Aku melihat sekitar, banyak segerompolan anak muda dan keluarga yang ingin menyaksikan moment ini. Banyak juga  orang Indonesia disini.

Detik – detik pergantian tahun pun akan aku saksikan dengan ledakan Kembang Api yang berwarna warni di langit yang hitam.

Lampu sorot sudah dinyalakan dan diarahkan keatas langit. Itu tandanya, tinggal hitungan detik lagi pergantian tahun akan dimulai. Orang – orang sudah pada heboh dengan kebisingan sorak – sorai mereka untuk menyambut Kembang Api dinyalakan.

Hatiku semakin deg – degan dan merinding mendengarkan suara hiruk – pikuk pengunjung. Hitungan detikpun dilakukan bersama – sama “5… 4… 3… 2… 1…”. Ledakan demi ledakanpun sudah terdengar dan langit yang berwarna hitam menjadi berwarna warni dihiasi dengan kegemerlapan Kembang Api.

Begitu indah sekali dan aku hanya bisa terdiam terpaku menyaksikan Kembang Api itu  menari - nari indah diangkasa. Sudah sekian lama aku bermimpi dan menantikan moment ini. Oh Tuhan, terima kasih KAU telah mewujudkan mimpiku.

Rasa didalam hati tidak bisa diungkapkan lagi. Gembira, bahagia, terharu dan sedih semua bercampur menjadi satu. Aku harus bangga pada diriku sendiri karena sudah berani mewujudkan salah satu mimpi dalam hidupku.

Suara tepuk tangan dan gemuruh pengunjung menjadikan suasana meriah, apalagi acara ledakan Kembang Api di angkasa semakin memuncak. Dan aku hanya menikmati pertunjukkan Kembang Api ini tanpa respon yang berlebih.

Aku sekarang tahu bagaimana rasanya kalo seseorang yang sudah mewujudkan mimpinya menjadi nyata ?!. Ya, Begitu sangat indah dan memorable. Aku tidak mau merasakan perasaan ini cuma sekali aja tapi bisa berkali – kali dalam hidupku. Amin……………..

Memang mewujudkan mimpi itu tidak mudah. Butuh keberanian dan keyakinaan  yang besarlah untuk mewujudkannya. 

Pengalaman yang telah aku lewati mulai dari kemarin dan sampai malam ini di Negeri Seberang adalah penutupan akhir tahun yang sangat menakjubkan. Dan mulai detik ini kami sudah memasuki tahun baru, harapanku untuk tahun 2011 semoga menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan bisa mewujudkan beberapa mimpi lagi untuk menjadi nyata. Amin…….

Setelah Kembang Api sudah selesai semua di luncurkan. Kamipun pulang ke penginapan dengan menaiki MRT. Khusus buat tahun baru MRT beroperasi sampai jam 01:30 dini hari.

Keadaan jalan masih ramai dengan arus pengunjung yang pulang. Karena daerah penginapanku adalah tempat remang – remang aka belang – belang, jadi waktu mau sampai dipenginapan banyak terdapat bau alkohol yang berhamburan diudara. Ternyata, lantai jalan koridor pas dibawah penginapanku sudah basah dengan air yang berbau alkohol.

Aku tidak tahu pasti apa yang mereka lakukan sebelumnya. Ya, aku dapat memakluminya, inilah pola hidup di Negeri Seberang yang berbeda budaya dengan Negara kita. 
   
Setelah sampai dipenginapan aku langsung tidur, sedangkan temanku belum. Karena masih mencari informasi tentang Kuala Lumpur. Soalnya, besok kami akan kesana dengan menggunakan Bus.

Kami berdua memang belum pernah ke Kuala Lumpur, apalagi kami berangkat dari Singapore. Rencananya, balik ke Batam nanti dari Malaysia sehingga tidak singgah lagi ke Singapore.

Aku membayangkan perjalanan ini akan menjadi mengesankan. Ibarat pepatah “Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui”. Hehheheheheeee………

Tugasku sudah selesai untuk perjalanan di Singapore dan besok tugas temanku yang megatur perjalanan ke Malaysia. Aku cuma mengikuti dia, walaupun dia juga tidak tahu pasti dimana tempat – tempat objek wisata Malaysia.

Singapore, 01 Januari 2011

Hoammm, rasa ngantuk masih melekat di alam bawah sadarku. Hari ini aku harus bangun pagi lagi karena perjalanan harus dilanjutkan. Seperti biasa,  tidurku dibangunkan oleh temanku. Setelah bangun aku langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan.

Backpacker – backpacker dari belahan dunia yang lain belum bangun. Cuma kami berdua aja yang sudah bangun dan bersiap – siap untuk meninggalkan kamar ini.

Dipenginapan kami mendapatkan Breakfast, berupa roti dan buah yang tersedia. Pagi ini aku hanya makan buah apel satu biji dan temanku juga. Setelah sudah bertanya dan pamitan sama petugas penginapan, kami siap melanjutkan perjalanan ini.

Dengan jalan yang terburu – buru, kami langsung bergegas ke Halte Bus Joo Chiat Road. Yup, sodara – sodara aku menyeret - nyeret koper dan menjinjing tas ransel lagi. Jarak Halte Bus dari penginapan kami cukup jauh, sehingga kakiku terasa lelah. 

Aku berjalan agak terpincang – pincang karena kaki kiriku sudah merasa kesakitan. Bayangkan saja, kami 2 hari di Negeri Seberang ini berjalan dengan nonstop dari pagi sampai malam.

Kami harus ke Golden Mile Complex untuk beli tiket ke Malaysia. Karena di Halte Bus Golden Mile Complex adalah tempat transitnya Bus antara Negara Singapore dan Malaysia.

Berarti, sebentar lagi aku akan meninggalkan Negeri Seberang ini dan singgah ke Negeri Seberang satunya lagi. Wow, betapa indahnya perjalanan ini.

Setelah sampai di Halte Bus Joo Chiat Road kami langsung bertanya kepada masyarakat sekitar yang bersuku bangsa Melayu. Mereka dengan antusias dan ramah kepada kami menunjukkan di Halte Bus mana kami harus berhenti untuk sampai ke Golden Mile Complex.

Kita sempat sudah masuk dan duduk didalam Bus dan temanku berusaha bertanya ke Supir Bus kemana kami harus turun kalo tujuan kami ke Golden Mile Complex. Lucunya, supir Bus tersebut bingung dan tidak memberikan solusi ke kami harus berhenti dimana untuk sampai di Golden Mile Complex.

Apakah salah temanku yang bahasa inggrisnya belepotan sehingga dia tidak mengerti kami mau kemana ?! Atau, supir Bus tersebut tidak tahu dimana daerah Golden Mile Compelx itu.

Seharusnya supir itu bisa memberikan solusi ke kami dimana tempat pemberhentian Halte Bus yang terdekat dengan Golden Mile Complex. Memang tempat itu tidak termasuk dalam jalur Bus ini. Tapi kita bisa sampai ketempat itu dengan turun di Halte Bus yang terdekat.

Alasan supir Bus itu, katanya di tidak melewati kawasan itu. Sampe – sampe dia menunjukkan ke temanku jalur Halte Bus tempat pemberhentian yang dia lalui.

Lalu kami keluar lagi dari Bus, padahal sudah input kartu untuk masuk Bus. Ya sudahlah, apa boleh buat dari pada kami tersesat !!!. 

Ternyata setelah temanku bertanya lagi sama orang sekitar, nomor Bus yang kami naiki itu sudah benar tapi kami harus berjalan beberapa Blok lagi untuk sampai di Golden Mile Complex dari pemberhentian Halte Bus jalur Bus tersebut.

Yup, kami menaiki lagi bus yang lain dengan nomor yang sama. Disini menunggu Bus tidak perlu berlama – lama kayak ditempatku. Cukup dengan waktu kurang lebih hitungan beberapa menit Bus berikutnya sudah datang.

Aku dan temanku pun masuk ke Bus tersebut. Temanku sempat bertanya lagi sama penumpang yang ada di Bus untuk memastikan lagi tempat pemberhentian Halte Bus kami nanti.

Dengan ramahnya dia menyambut pertannyaan temanku. Kami harus turun di Halte Bus Crawford. Dari Halte tersebut, jalan beberapa blok dari perumahan flat maka akan bertemu dengan Golden Mile Complex.

Akhirnya kami sampai juga di Golden Mile Complex, kami lagsung bergegas ke loket pembelian tiket ke Kuala Lumpur. Agen penjualan tiket yang pertama kami jumpai cukup mahal memberikan tarif Bus ke Kuala Lumpur yaitu SDG $60.  Tapi harganya sesuai dengan fasilitas yang kita dapat.

Jadi didalam Bus kita dapat kursi yang super nyaman dengan porsi kursi yang masing - masing setiap orang. Jarak antara kursi satu dengan yang lain cukup leluasa. Tapi bukan fasilitas ini yang kami cari. Namanya juga Backpackers, jadi kami harus mencari harga yang termurah. Hehehehehheeee…………

Selang beberapa kios, kami menemukan lagi agen penjualan tiket ke Kuala Lumpur. Kalo yang ini kami tidak salah lagi. Harganya cukup murah dari yang pertama, setiap orang dikenakan biaya SGD $30. Inilah yang kami cari.

Fasilitas yang kami dapat juga lumayan bagus. Kami cukup beruntung karena tiba disana jam 09:10 waktu Singapore. Sedangkan Bus akan berangkat 09:30 dan tiketpun tinggal 3 kursi yang kosong. 

Syukur “Alhamdulilah” ternyata Tuhan benar – benar merestui perjalanan kami ke Kuala Lumpur. Dan beruntungnya lagi Bus sudah stand by di Halte. Jadi seolah kami datang, beli tiket dan langsung masuk kedalam Bus untuk meluncur ke Kuala Lumpur.

Setelah masuk ke dalam Bus, tiket nomor kursiku ternyata double alias bentrok dengan penumpang yang lain. Bergegaslah aku sama bapak – bapak yang bentrok nomor kursi sama aku ke agen penjualan tersebut.

Selidik punya selidik, ternyata tiket Bus yang aku punya benar dan bapak itu yang salah. Dilihat Destination –nya, aku sesuai ke Kuala Lumpur sedangkan Bapak itu berbeda. Jadi aku langsung bergegas masuk kedalam Bus lagi.

Bus ini cukup nyaman. Ruangannya Full AC dan tempat duduknya cukup untuk menghelakan badan dan kaki. Tapi ada yang kurang, tempat toiletnya tidak ada. :-(

Petugas penjualan tiket berkali – kali masuk ke dalam Bus untuk mengecek penumpang sebelum memastikan berangkat ke Kuala Lumpur. Waktu keberangkatannya jadi tertunda 30 menit. Jadi kami berangkat dari Halte Bus Golden Mile Complex jam sepuluh kurang sedikit untuk mempaskan jarum jam ke angka sepuluh pagi.

Buspun mulai berangkat……….

BERSAMBUNG…………..

You Might Also Like

0 comments