Perjalanan Ke Negeri Seberang (Part 2)

Saturday, March 19, 2011

Part 2
Singapore, 30 Desember 2010

Langit begitu cerah seakan Singapore bersedia menyambut kedatangan kami. Setelah 45 menit perjalanan dan hanya duduk manis dalam Kapal Ferry, akhirnya kami sampai di Negeri Seberang. Rasa penasaranku akan keindahan Negeri Seberang ini semakin menggebu – gebu. Apakah yang diceritakan oleh mereka itu benar atau hanya omongan belaka aja tentang sebuah Negeri Antahbarantah.

Melewati Imigrasi Singapore, aku dan temanku tidak ada masalah tapi tetap dengan antrian yang cukup panjang. Setelah itu, ke bagian pemeriksaan barang. Disini juga lancar tanpa kendala. Langsunglah kami bergegas menuju Station MRT Harbour Front.

Sebelumnya kita ke pusat bagian informasi untuk mengambil MAP Singapore. Suasana disana masih suasana Natal, jadi banyak Pohon Natal yang dipajang di pintu masuk Mall. Yup, rasanya kurang afdol kalo pernak – pernik ini tidak kita manfaatkan untuk berfoto ria. “1….. 2….. 3…..” Senyum tiga jari pun siap membungkus gayaku.



MAP Singapore sudah ditangan, peta lokasi penginapan pun sudah siap dikeluarkan. Tinggal kami meluncur ke TKP dengan semangat empat lima. Karena temanku belum punya kartu MRT maka aku mengantarkan dia ke Office MRT untuk membeli kartu dengan harga SGD $12.

Kartu MRT ku sudah lama tidak terpakai jadi harus cek dulu sisa uang didalamnya. Ternyata masih aman untuk digunakan dan untuk berjaga – jaga aku mengisinya dengan harga SGD $10.

Kami turun di Station MRT Paya Lebar dengan jalur hijau <Green Line>. Naik MRT sich sebentar paling cuma 2-3 menit untuk sampai ke Station berikutnya, tapi perjalanan ke Station MRT-nya itu loh !!! Gila chuy, jauh banget terus kita harus naik tangga dan turun tangga lagi.

Apalagi aku masih membawa Koper yang harus diseret – seret dan ransel yang tetap harus dijinjing. Sedikit merepotkan dan menyiksa diri juga sich, ya sudahlah !!!....

Sesampainya di Station MRT Paya Lebar, kita bergegas keluar dan membuka peta untuk lokasi penginapan kami. Salut sama Singapore, mereka benar – benar mempersiapkan dengan matang pariwisatanya. Disetiap Station MRT, Station BUS, penginapan, Mall dan tempat objek wisata. Mereka selalu menyediakan MAP dan Petunjuk jalan sehingga bagi turis mancanegara tidak akan tersesat.

Alamak ! Ternyata penginapan kami cukup jauh untuk berjalan kaki dari Station MRT Paya Lebar. Berhubung semangat empat limanya belum luntur maka kami pun begegas mencari tempatnya dengan berjalan kaki.

Jam sudah menunjukkan pukul satu kurang dan hampir jam satu siang waktu Singapore. Saat pemesanan penginapan melalui email, aku tulis bahwa kami akan sampai di penginapan tersebut jam satu siang.

Kita berjalan berputar - putar dan berbelok – belok di komplek tersebut tapi belum juga menemukan lokasi penginapan. Penginapan tersebut terletak di Joo Chiat Road dan berbatasan sama Geylang Road.

Penginapan itu bernomor 200 jadi kami terlusuri dari lokasi tersebut dari urutan No.01 sampai ke 200. Eng… Ing… Eng…. Tibalah kami di depan pintu masuknya, ukuran pintunya kecil hanya muat untuk satu orang dewasa untuk lalu lalang.

Kami cukup kaget, karena sekitar daerah penginapan tersebut adalah daerah remang – remang alias tempat hiburan malam aka PUB/Karokean. Kalo di Batam sama seperti di Nagoya, banyak tempat yang PLUS + PLUS.

Tapi inilah kehidupan selalu ada HITAM dan PUTIH. Bagiku sich tak masalah asalkan aku bisa meletakkan barang bawaanku yang cukup ribet dan menyiksa diri ini.

Kami tekan bel tapi belum ada respon dari dalam, tekan lagi, lagi dan lagi. Dan belum juga dapat respon dari dalam. Temanku sempat ragu dan sanksi untuk kami menginap di sini karena keadaan sekitar terlalu HITAM buat kami.

Karena belum juga ada respon kita coba Hotel di seberang jalan. Ternyata Hotel tersebut sudah penuh dan petugas Hotel mencoba membantu kami untuk mencari kamar yang kosong dengan Hotel yang sejenis <karena Hotel ini ber-LINK dengan hotel sejenisnya>.

Dapat sich kamar kosong tapi harga tidak sesuai dengan budget. Gila chuy, satu malam aja SGD $200. Bisa – bisa dengan harga segitu kami tidak bisa pulang lagi ke Indonesia.

Kamipun mencoba kembali ke seberang jalan ke tempat penginapan yang telah aku booking melalui email. Karena jam sudah menunjukan pukul satu siang berarti sesuai dengan janji ku sama pegawai penginapan untuk datang ketempat mereka.

Tekan Bel……… Tidak lama selang waktu beberapa menit, ada tanda – tanda respon dari bel tersebut dengan menyalanya lampu merah kecil berarti kunci pintu sudah dibuka. Kamipun masuk dan naik keatas langsung registrasi.

Aku memesan kamar yang bertipe dormitory jadi satu ruangan ada 20 tempat tidur Dan tempat tidurnya bertingkat keatas. Sempat kaget juga sich, ternyata sudah ada beberapa Backpackers dari belahan dunia yang lagi istrirahat di kamar tersebut.

Dan membuat aku sock juga adalah ruangan tidur laki – laki dan perempuan tidak dipisahkan alias campur. Semurah – murahnya penginapan di Singapore, tempatnya masih bersih, rapi dan layak untuk istirahat bila dibandingkan dengan di tempat Negara kita.


Kamar mandinya dipisahkan mana yang untuk mandi dan untuk E*k. Kalo untuk mandi kita disediakan 2 tempat dan masing – masing didalamnya ada Shower dan Heater sedangkan untuk tempat E*ek-nya dilengkapi dengan closet duduk + tisu + selang buat cebok + westafel + Shower + Jendela. Yup, toiletnya ada jendela yang terbuat dari kayu seperti jendela rumah panggung gitu, jadi kita bisa buka tutup manual gitu.

Asalkan sudah dapat tempat penginapan yang bersih dan rapi, aku sudah merasa nyaman. Oh iya, harga penginapan semalam cuma SGD $20. Jadi kami menginap dua malam silahkan hitung sendiri dech berapa yang harus kami bayar untuk masing – masing orang ?!.

Aku letakkan barang bawaanku semua diatas tempat tidur dan merebahkan badan diatas kasur untuk berehat sebentar. Kami mengambil tempat tidur yang dekat dengan Toilet, karena kalo sudah urusan BAB atau sejenisnya biar mudah terjangkau.

Aku pilih tempat tidur di bawah sedangkan temanku diatas. Kita hanya sebentar di tempat penginapan karena cuma mau numpang meletakkan barang bawaan kita aja. Mereka sediakan Loker tapi sewa gemboknya itu loh yang mahal……. !!! Masak cuma gembok aja harganya SGD $10. Untung aja aku bawa stock gembok kecil 2 buah dari rumah jadi aku dan temanku bisa mengkunci loker dengan gembok kecil punyaku.

Keluar dari penginapan kita langsung menuju Mesjid terdekat <Walaupun tempat PLUS + PLUS tapi kawasannya ada Mesjid loh………>. Setelah Sholat Dzuhur kita mulai melanjutkan perjalanan tapi yang pertama kami tuju adalah rumah makan karena perut sudah keroncongan dan perjalanan kami masih panjang untuk hari ini.

Perut sudah kenyang maka perjalanan kita selanjutnya adalah ke Station MRT Paya Lebar karena kita Mau ke Pusat Kota. Dan perjalanan hari ini yang kami tuju adalah : 

1. Raffles City

Di raffles city banyak terdapat bangunan gedung yang menjulang tinggi keatas. Disini tempat pusat perkantoran Singapore dan diselingi oleh Mall dan Hotel. Berhubung di Batam tidak ada gedung yang seperti ini maka untuk kesekian kalinya kami berfoto – foto ria dan berjalan menyelusuri daerah sekitar dengan berjalan kaki.


Banyak juga turis – turis yang datang ketempat ini. Walaupun hanya untuk berfoto – foto ria bin narsis ala lebay gitu. Setelah berpuas hati berfoto disekitar kawasan Raffles City dengan gaya yang narsis alias kampungan kami melanjutkan ke Merlion Park dengan berjalan kaki karena kawasan Landmark Singapore ini ada di seberang jalan Raffles City.

2. Merlion Park

Pasti banyak yang sudah tahu Merlion Park ini tempat apa ?!. Menurut aku sich tempat narsis ala lebay bin najis. Karena banyak pengunjung ketempat ini hanya untuk berfoto ria dengan patung Merlion yang menjadi Icon atau Landmark Negeri seberang ini.


Aku lihat disekeliling kawasan Merlion Park banyak pengunjung dengan berbagai gaya dan posisi yang mereka lakukan untuk mengabadikan foto mereka. Dan kamipun tidak kalah hebohnya dengan mereka. Heheheheheeeee………………..

Setelah sudah berpuas hati berpose dengan berbagai gaya kami lanjutkan perjalanan ke Kampung Bugis dengan berangkat dari Station MRT Raffles ke Station MRT Kampung Bugis.

3. Kampung Bugis

Setelah mendengar suara “Kampung Bugis” dari dalam MRT berarti kita sudah sampai ke Stationnya. Sekali lagi salut buat Singapore karena mereka memberhentikan penumpangnya pas di tempat – tempat daerah pariwisatanya.

Kampung Bugis adalah salah satu tempat belanja di Singapore. Karena Station MRT Kampung Bugis terletak pas dibawah gedung mall jadi waktu naik keatas yang kita jumpai langsung masuk ke dalam mallnya.

Kita juga jalan – jalan ke Kampung Bugis Street dimana tempat ini menjual souvenir dan pernak – pernik kebutuhan sekunder yang cukup murah. Disini ada loh toko khusus orang dewasa tapi dalamnya tidak tahu apaan karena tempatnya tidak transparan dan kaca depan pintunya gelap. Hehehehehehee………………

Setelah berpuas diri melihat sana – sini jualan pernak – pernik souvenir dan assecories. Kita lanjutkan perjalan ke Chinatown.

4. China Town

Kawasan Chinatown tidak jauh beda sama di Kampung Bugis, karena kawasan ini tempat belanja juga. Arsitektur bangunan disekeliling menggambarkan arsitektur china tempo dulu. Dan banyak dihiasi Lampion disepanjang gang jalan yang kita telusuri.





Disini harga souvenir dan Assesories lebih murah chuy !!! kita bisa dapat 6 buah item dengan harga SGD $10. Dan lucunya lagi disini, aku tertipu oleh chasing untuk menebak dari mana orang ini berasal.

Kebanyakan pengunjung disini berkulit putih dan mata sipit tapi pas waktu ngomong, logatnya itu loh MEDOK BANGET alias Orang Jawa Indonesia. Maaf, bukan aku mengejek tapi sempat kaget aja gitu…………

Langit sudah mulai gelap + perut juga keroncongan + badan sama kaki sudah seperti terpisah dari tubuhku. Karena cuapek banget dari tadi dengan berjalan kaki. Kita mulai mengitari kawasan tersebut untuk mencari makan tapi kami takut makanan yang dijual tidak halal karena yang jual kebanyakan bukan orang melayu atau muslim.

Kami memutuskan untuk makan di Orchard. Yoi, kami berjalan lagi ke Station MRT Chinatown yang cukup panjang dan melelahkan. Mulai letihlah kaki ini untuk dipaksakan berjalan. Kalo slogan Anlene "Berjalan Seribu Langkah", kami mah sudah berjalan "Seratus Ribu Langkah". Swear, kagak boong.......

5. Orchard Road

Orchard road bagaikan tempat tinggal kedua untuk orang Indonesia. Habis disini kebanyakan pengunjungnya orang Indonesia dan juga ada kedai makan punya orang Indonesia dan ATM BNI juga ada loh................

Mall disini besar dan luas buanget !!!. Banyak toko - toko baju yang bermerk dari belahan dunia terpajang disini. Jangan tanya harga dech disini ?! Bikin sakit hati, soalnya MAHAL !!! Cukup hanya bermejeng, nongkrong dan duduk gembel dipelantar depan Mall. :-)





Dan harga makanan disini cukup MAHAL !!!. Sempat nyesal juga kami untuk makan malam disini, tapi tak apa. Kan cuma sekali - kali aja makan disini. :-)

Jalan - jalan pelantar untuk pejalan kaki dihiasi lampu - lampu yang berwarna ungu sehingga kelihatan gemerlap. Pokoknya kita juga tidak bakalan bosan memandang pemandangan yang penuh Lightening dan Shining.

Sudah acara makan - makan dan duduk gembel untuk istirahat maka kamipun melanjutkan perjalanan ke penginapan untuk tidur.

Karena kawasan penginapan kami adalah daerah PLUS + PLUS jadi waktu pulang ke penginapaan, kawasan ini dipenuhi dengan lampu warna – warni yang menghiasi papan nama tempat PUB tersebut dan tentunya Prety – Prety Women <Kupu – Kupu Malam> yang siap mangkal di tepi jalan.

Sempat risih juga saat kita berjalan menuju penginapan melihat situasi seperti itu karena kontra banget dengan kehidupan kami. Ya, apa boleh buat ! Kita berjalan dengan cuek melewati mereka.

Untung tidak ada Sekong Cyiiinnnn yang mangkal dipinggir jalan, kalo ada mereka boo' sedikit rempong. Nanti eike di suit-suitin, di goda-godain dan di colek-colek. Emang Eike lekong apaan ?!. *Abaikan tulisan ini*

Perjalanan hari ini cukup melelahkan dan membuat kakiku pegal – pegal ! Tapi menyenangkan bisa melihat keanekaragaman budaya dan keunikan di Negeri Seberang.

Setelah kami tiba dipenginapan sudah mulai rame yang menempati tempat tidur. Entahlah, tak tau mereka dari mane aje…………….

Begitu kelihatan mencolok sekali keanekaragaman warna kulit, rambut dan bola mata kepada kami semua. Dan itu bisa ditebak kami berasal dari belahan bumi mana ?!.

Setelah berada di tempat tidur, aku mencoba untuk merebahkan badanku untuk istirahat. Sumpah Cuapek Banget !!! Dan kakipun terasa pegal - pegal karena seharian berjalan terus. Selang beberapa menit aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan bersiap untuk tidur.

Perjalanan kami besok adalah ke UNIVERSAL STUDIO terletak di Pulau Sentosa Singapore. :-)

BERSAMBUNG…………..

You Might Also Like

3 comments

  1. chai berhubung kita jalan2 bareng, so critanya pasti sama kan..berarti dikit bayanyk aku copast lah yah tuliasnnya hahaha..

    ReplyDelete
  2. Hheheheehee..... Sile - Sile tapi jangan banyak - banyak ya ?! Wkwkwkwkw..........

    ReplyDelete
  3. Bro, boleh share ga gimana carany nge-book tmpt penginapan dsn.
    Seru juge ni nampaknye.

    ReplyDelete