Perjalanan Ke Negeri Seberang (Part 1)

Saturday, March 19, 2011

Part 1
Batam, 30 Desember 2010

Pagi ini tidak seperti biasanya aku bisa bangun pagi. Jam enam kurang aku sudah bangun dan mandi pagi dengan suasana hati yang sangat riang, gembira dan senang. Memang sich, agak lebay tapi ya inilah mimpiku dari dulu untuk melihat kembang api tahun baru di Negeri Seberang.

Tidak jauh – jauh kok Cuma ke Singapore dan Malaysia. Persiapan perjalanan selama 4 hari ke depan sudah kami rencanakan. Aku dan temanku sudah berdiskusi, searching dan mengumbar mimpi – mimpi kami ke Negeri Seberang itu. Kami sudah mempersiapakan daftar tempat – tempat mana aja yang akan kami kunjungi, penginapan dan budget.

Beberapa hari sebelum hari H-nya, kami sudah menyibukkan diri untuk searching di Internet tentang Negeri Seberang. Biar kami tahu arah tujuan yang jelas kalo berangkat nanti. Begitu banyak cerita yang sangat menawan dan menarik hati tentang negeri seberang, mereka para blogger yang menuliskan pengalaman perjalanan mereka begitu sangat antusias dan cerita yang berupa tulisan, menggambarkan tempat –tempat itu  menarik untuk kita kunjungi sehingga membuat imajinasi dalam pikiranku menjadi liar membayangkan perjalanan kami nanti.

Tugasku adalah membuat daftar perjalanan kami ke Singapore dan temanku yang ke Malaysia. Aku senang dengan Singapore, walaupun Negara kecil tapi mereka bisa membangun dan menata kota dengan rapi dan bersih. Sepanjang mataku memandang tidak pernah bosan dan jemu dalam keadaan kota yang metropolitan.

Karena sudah beberapa kali ke Singapore jadi tidak terlalu sulit membuat daftar kemana aja tempat – tempat yang menarik untuk kami kunjungi ?!. Baru pertama kalinya aku berhasil memesan penginapan untuk Backpackers melalui internet di Singapore. Alhamdulilah kami mendapatkan kamar dan dengan harga yang sangat murah.

Persiapan pakaian dan perlengkapan pribadiku pun agak lebay, aku membawa 1 koper + 1 Ransel yang aku sandang ke kedua bahuku. Perjalanan 4 hari tapi kok bawa bajunya banyak banget. Seperti orang yang pindah dari kos-kosan, padahal tema perjalanan yang kami ambil adalah  “Backpackers”.

Tapi kalo dilihat dari penampilan dan bawaanku sich seperti anak muda yang tampan rupawan, baik hati dan tidak sombong yang diusir dari kos-kosan oleh ibu kost karena tidak membayar uang kost selama 9 Bulan.

Dari rumah aku sudah stand by dengan barang bawaanku, setelah pamitan sama orang tua dan saudare mare. Aku pun melucur ke simpang jalan dengan menyeret – nyeret koper untuk menunggu Busway di Halte.

Yoi, aku ke Pelabuhan Batam Centre dengan Busway. I know, duit di dompet lebih dari cukup untuk menaiki taksi tapi karena awalnya tema perjalanan ini Backpackers jadi menurutku tidak masalah.

Jam tujuh pagi aku sudah berada di Halte Busway, Hampir 20 menitan aku menunggu Busway yang tak kunjung datang. Selang berapa menit kemudian Busway-nya pun datang. Dan apa yang terjadi sodara – sodara ?! Sudah cukup lama aku menunggunya, ternyata dalam Busway penumpang sudah penuh dan mereka sudah berdiri tegak di depan pintu masuk dalam Bus.

Kalian tahu ?! Selama perjalanan aku dari Halte Busway Tiban ke Batam Centre dengan berdiri dan menjinjing tas Ransel plus Koper plus Sarapan yang dibungkus plus kepadatan orang didalam Bus.

Apakah aku menyesal naik Busway ?! Tentu tidak, aku menikmati perjalanan ini dengan senyuman. Biarlah ini menjadi pengalaman masa hidupku yang  memorable.

Setelah sampai diterminal Ferry Batam Centre aku baru bertemu dengan teman seperjalananku ke Negeri Seberang. Aku lihat dia dengan gaya yang santai dan cuek. Dia cuma bawa 1 tas Ransel yang ukuran sedang tanpa embel – embel yang lain. Kalo dibandingkan dengan aku sich jauh 180 derajat.

Sehari sebelumnya kami sudah memesan tiket jadi datang hanya tinggal boarding pass, kami mengambil trip pertama yang berangkat jam 08:30 WIB. Waktu mau boarding pass, aku dengan santai dan damai tanpa masalah memasuki area imigrasi dan ikut bergabung dengan kerumunan orang yang mengantri untuk dicapi paspornya oleh petugas imigrasi.

Aku lihat ke depan dan belakang, begitu banyak orang Indonesia yang mengantri untuk berlibur ke Negeri Seberang. Dipertengahan barisan antiran aku baru sadar setelah beberapa kali celingukan kedepan dan belakang melihat antrian. Dengan wajah bingung, kok tidak tampak batang hidung temanku.

Sekali lagi aku memastikan dengan melihat ke depan, belakang, kiri dan kanan. Yup, benar sodara – sodara teman aku sudah memang tidak tidak ada didalam barisan antrian. Mulai cemaslah hati ini, Kemanakah dia ???......................

Ternyata sodara – sodara, dia lagi ngurus bebas fiskal karena NPWPnya sedikit bermasalah. Semakin barisanku maju kedepan, semakin cemaslah hati ini karena jam sudah menunjukkan jam 08:20 WIB sedangkan di tiket Kapal Ferry berangkat jam 08:30 WIB. Dan temanku masih diurutan belakang di antrian bebas fiskal. 

Akhirnya, aku lewat dari imigrasi Indonesia dan temanku masih menunggu antrian di bagian bebas fiskal. Sedangkan jam sudah mau menunjukkan jam setengah sembilan, itu berarti Kapal Ferry-nya mau berangkat.

Sebelum aku turun ke bawah untuk menaiki Kapal Ferry, aku sempat menelepon temanku untuk menanyakan situasi dan kondisi posisi antrian dia.

Posisi antiran dia masih panjang juga dan aku memutuskan untuk duluan masuk ke Kapal Ferry. Yup, dengan hati yang cemas dan ragu aku berjalan menuju Kapal Ferry dan pertannyaan dalam hati pun kerap sekali muncul “Apakah kami akan berangkat bersama – sama atau terpisah ?!”.

Kalo kami pergi terpisah, otomatis mimpi dan rencana kami akan gagal semua. Dan persiapan yang telah kami buat akan kacau balau dan berantakkan. Ada rasa cemas, kecewa dan putus asa saat itu, karena diriku sudah berada duduk didalam kapal sedangkan temanku masih ngantri panjang di imigrasi Indonesia.

Kami sempat telpon – telponan sambil memantau keberadaan posisi masing – masing. Aku lihat kursi depan dan belakang di dalam kapal masih sepi karena banyak penumpang yang masih terjebak dalam antrian dibagian bebas fiskal dan Imigrasi Indonesia yang akan berangkat jam 08:30 WIB.  

Waktu itu aku sudah pasrah dan berdoa kepada Tuhan supaya aku dan temanku bisa berangkat bersama – sama dan mewujudkan mimpi kami untuk berlibur dan tahun baru di Negeri Seberang.

Jam sudah menunjukkan pukul 08:40 WIB tapi belum ada juga tanda – tanda kehadiran temanku. Waktu terakhir aku menelpon dia dan menanyakan posisi keberadaannya. Dia bilang masih terjebak dalam antrian yang cukup panjang di Imigrasi Indonesia.

OMG, keadaan ini menjadi semakin membuat aku tegang dan  putus asa. Oh, Tuhan. Apakah liburan ini akan berakhir tragis seperti ini ?! Padahal, aku hari ini bolos masuk kerja karena PT ditempat aku bekerja tidak libur alias masih hari kerja biasa. Tapi tanggal 31 Desember 2010 barulah libur karena cuti bersama sesuai dengan kebijakan PT.

Detik demi detik, menit berganti menit belum ada perubahan kondisi dan tanda – tanda kehadiran temanku. Jam juga mulai menunjukkan pukul sembilan pagi. Tapi….. Dalam selang beberapa menit mulai muncullah batang hidung temanku dari jauh, dia mulai berlarian untuk segera menaiki Kapal Ferry.

Keadaan itu membuat mencairkan suasana dan membuat hatiku tenang. Dan dalam hati aku bergumam “Alhamdulilah” beberapa kali. Kami sangat senang dan tersenyum lebar karena harapan itu masih ada.

Memang secara logika kami tidak akan berangkat bersama – sama karena dalam antrian, temanku masih terlalu jauh dan tak akan terkejar. Tapi atas izin TUHAN lah kami bisa pergi liburan bersama – sama.

Aku bertanya kepada dia “Kok, bisa ???”  “Iya, tadi ada bapak – bapak diantrian nomor pertama yang berbaik hati untuk mendahulukan penumpang yang terjebak dalam antiran belakang yang akan berangkat jam 08:30 WIB”.

Yup, TUHAN masih sayang kepada kami dan memberikan jalan kepada hambanya yang bersabar dan sekali lagi harapan itu masih ada. Setelah penumpang Ferry penuh semua. Mulailah Kapal berangkat, walaupun jam keberangkatannya ngaret aka lelet tapi tak masalah asalkan kami bisa pergi untuk mewujudkan mimpi dan berlibur ke Negeri Seberang.

BERSAMBUNG…………..

You Might Also Like

0 comments